Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis maupun sub spesialis di Indonesia terutama di daerah.
"Dalam RUU Kesehatan perlu percepatan penambahan tenaga dokter terutama dari spesialis melalui penambahan kuota beasiswa LPDP yang saat ini mencapai 2.500 dari 600 awalnya," kata Nadia saat dihubungi, Jumat (28/4).
Selain itu, mempermudah tenaga kesehatan (nakes) Indonesia lulusan luar negeri mengisi kekosongan posisi nakes di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
Baca juga: Waspadai Dampak Gelombang Panas, Berikut Tips dan Kenali Gejalanya
"Nakes WNI diaspora untuk kembali bekerja ke Indonesia, pendidikan berbasis collage based bukan hanya universitas based, kerja sama dengan fasilitas kesehatan internasional seperti Mayo University Hospital, Cleveland, atau dari Joselyn," jelasnya.
Kekurangan dokter ini merupakan fenomena universal jadi bukan hanya terjadi di Indonesia tapi di semua negara di dunia mengalami kekurangan dokter.
Baca juga: Penganiayaan Terhadap Dokter, Kemenkes: RUU Kesehatan Atur Pelindungan Dokter
Pengurus PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan PP Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Iqbal Mochtar menjelaskan kekurangan dokter di Indonesia sebenarnya tergantung menggunakan rasio apa, pemerintah selama ini selalu menggunakan rasio 1:1.000.
"Sepanjang yang saya tahu tidak ada standar rasio WHO yang menyebutkan bahwa rasio dokter terhadap penduduk itu 1:1.000. Kemudian yang digunakan saat ini itu adalah rasio penangan kasus oleh dokter," katanya.
Menurutnya di Indonesia tidak ada kekurangan dokter yang ada adalah distribusi dokter yang tidak merata. Ia mencontohkan jumlah dokter penyakit dalam, kebidanan, dokter bedah dan jumlah dokter anak di Indonesia sudah di atas 5.000. Kalau satu dokter saja memiliki tiga surat izin praktek dan bisa bekerja di tiga rumah sakit maka sudah lebih dari cukup.
Jika dokter penyakit dalam yang jumlahnya 5.000 dokter yang tiap dokter bekerja di 3 rumah sakit berarti ada 15.000 fasilitas di tersedia dokter penyakit dalam.
"Yang menjadi masalah adalah terjadi penumpukan dokter di kota-kota besar. Sementara di daerah pedalaman dokternya itu kurang, permasalahan ini sebenarnya harus ditelisik dengan melakukan upaya pemerataan," ungkapnya.
Sehingga pemerintah harus melakukan upaya pemerataan agar distribusi dokter bisa merata di seluruh negeri. Namun yang menjadi masalah adalah dokter tidak akan merata kalau misalnya tingkat kesejahteraannya tidak memadai. (Iam/Z-7)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengatakan sebagai upaya pencegahan virus Nipah maka yang bisa dilakukan yaitu menjaga protokol kesehatan, dan mengetahui cara penularannya.
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
MESKI hingga sore ini (27/1) Kemenkes memastikan nol kasus konfirmasi pada manusia, potensi penyebaran Virus Nipah di Indonesia dinilai "sangat nyata" dan tidak boleh diremehkan.
Untuk mencegah terjadinya penularan di Tanah Air, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved