Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai perlunya penarikan produk mi instan yang dinilai mengandung EtO (etilen oksida). Sebelumnya diberitakan Departemen Kesehatan Taipei, Taiwan mengumumkan produk Indomie Rasa Ayam Spesial dari Indonesia mengandung etilen oksida, senyawa kimia karsinogen yang beresiko sebabkan kanker limfoma dan leukimia.
Selain Indomie, zat pemicu kanker juga ditemukan di Mi Kari Putih Ah Lai produk asal Malaysia. Karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diminta melakukan investigasi mendalam untuk memastikan apakah produk serupa yang beredar di Indonesia juga mengandung zat penyebab kanker yang juga berbahaya.
Baca juga: Mi Instan Indonesia Ditarik di Taiwan, BPOM Diminta Segera Cek dan Lakukan Uji Sampling
"Recalling produk mi instan yang dilarang di Taiwan dan juga Malaysia, karena mengadung etilen oksida. Audit dan investigasi harus dilakukan. BPOM harus memastikan apakah ini ekspor saja atau beredar di Indonesia juga,” kata Tulus saat dihubungi, Kamis (27/4).
Tulus juga memberi catatan terkait temuan tersebut. Karena adanya perbedaan standar, yang ditetapkan di Taiwan bahan pangan tidak boleh mengandung EtO. Sedangkan di Indonesia secara regulasi dalam Surat keputusan Kepala Badan POM Nomor 229/2022, masih boleh mengandung EtO, maksimum 0,01 mg/kg. Artinya kandungan EtO pada bahan pangan di Indonesia itu legal.
Tidak hanya mi instan EtO juga dibolehkan pada beberapa produk makanan tertentu sesuai kadar yang ditetapkan. Seperti pada makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (es krim) dengan kadar maksimal 0,01 mg/kg; sayur, rumput laut, kacang, dan biji kering 0,06 mg/kg; dan herba rempah (cabao bubuk) 0,06 mg/kg.
Baca juga: Mengenal Kanker Kolorektal, Gejala, Penyebab, dan Potensi Kesembuhannya
"Standar EtO yang di tetapkan Badan POM sejatinya juga mengikuti standar EU dan USA. Standar EU, untuk EtO adalah 0,01 sampai dengan 0,1 tergantung produk. EtO juga masih legal di beberapa negara lain seperti: Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, dan Jepang," ungkapnya.
Namun, demi memberikan perlindungan yang lebih tinggi dan optimal pada konsumen dan masyarakat, sebaiknya Badan POM meningkatkan standar yang ada, yakni zero EtO pada bahan pangan.
Sehingga regulasi teknis yang sudah ada Keputusan Kepala Badan POM Nomor 229/2022 tentang Mitigasi Risiko Kesehatan Etilen Oksida, harus direvisi. Kebijakan pemerintah Taiwan dan juga Malaysia, seharusnya bisa menjadi contoh baik.
Perlu diketahui EtO berpotensi menyebabkan kanker pada manusia. Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2012, EtO diklasifikasikan sebagai grup 1 Carcinogenic to humans. EtO merupakan zat yang bersifat elektrofilik dan mampu mengalkilasi gugus nukleofilik pada makromolekul seperti hemoglobin dan DNA.
(Z-9)
BPOM mencatat, suplemen ilegal dapat berasal dari pabrik-pabrik tersembunyi yang beroperasi di tengah permukiman padat dengan kondisi yang jauh dari standar Cara Pembuatan yang Baik (CPB).
TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan dan keberhasilan Kosmesia dalam mendampingi UMKM kosmetik melalui Proaktif yang digagas BPOM.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem distribusi produk yang aman, transparan, dan terpercaya.
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 di Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI) BPOM, Jakarta, Selasa (28/10
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemandirian farmasi nasional melalui pengembangan obat bahan alam.
Di tengah gempuran varian rasa baru yang kian kreatif dan berani, selera masyarakat Indonesia ternyata tetap mie instan rasa original.
Produk mie instan asal Indonesia Indomie ramai dibahas di Taiwan karena mengandung residu etilen oksida pada produk Indomie rasa Soto Banjar Limau Kuit.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) bersuara setelah produknya yaitu Indomie ditarik oleh Food Standards Australia New Zealand (FSANZ).
Produk FMCG masih menjadi prioritas dalam perbelanjaan masyarakat Indonesia dari semua kalangan ekonomi dan demografi.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) meluncurkan produk terbaru hasil kolaborasi Indomie dan Pop Mie, yaitu Indomie x Pop Mie Tori Miso Rame
chef nicky tirta membagikan cara membuat menu Indomie Carbonara Cubes dan Es Melon Freiss Crystal Jelly untuk dicoba di rumah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved