Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
NARASI negatif terhadap konsumsi air galon berbahan polikarbonat atau galon guna ulang yang mengaitkan autisme masih muncul belakangan ini. Padahal, narasi negatif tersebut telah dibantah oleh pakar pendidikan dan pakar kesehatan. Menurut mereka, autisme tidak berhubungan dengan konsumsi air galon berbahan polikarbonat. Namun, risiko gangguan autisme dapat meningkat apabila terdapat faktor genetik dan lingkungan, semisal asap rokok, infeksi, efek samping obat-obatan, serta gaya hidup tidak sehat selama hamil.
Pakar pendidikan autisme Dr Imaculata Umiyati MSi mengatakan bahwa penyebab anak menjadi autis masih multifaktor dan membantah berita yang menguatkan autisme dengan konsumsi air galon polikarbonat. Menurutnya, selama AMDK sudah mendapatkan izin pasti aman kalau tempat atau wadahnya aman dan minuman tidak mengandung gula atau warna. "Waktu itu kita bicara tentang wadah yang berasal dari plastik, bukan isinya yang ada dalam wadah tersebut. Penyebab autisme masih multifaktor," kata Umiyati dalam keterangan tertulis, Jumat (15/4).
Dokter spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang anak, dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH menegaskan bahwa tidak pernah ada anak menjadi autis karena mengonsumsi air galon guna ulang. Bernie menambahkan, penyebab pasti anak autis ini masih belum diketahui hingga kini. Yang baru diketahui ialah anak autis berhubungan dengan genetik tertentu seperti autism pada kelainan fragile X syndrome. "Ada yang mengatakan autis itu hasil kombinasi genetik dan lingkungan. Penyebab pasti sampai saat ini belum jelas. Yang pasti, yang mengatakan autis karena ibunya waktu hamil terlalu banyak meminum air galon guna ulang jelas salah. Tidak ada hubungannya itu," tambahnya.
Baca juga: Ini Faktor Penyebab dan Ciri Autisme
Pemerhati autisme Dr. dr. Y Handojo MPH dalam bukunya yang berjudul Autisme pada Anak mengatakan ada beberapa faktor diperkirakan menjadi penyebab autisme. Di antaranya ialah materi genetik yang dimiliki orangtua, ada infeksi (toksoplasmosis, rubella, candida), keracunan logam berat, zat aditif (MSG, pengawet, pewarna), maupun obat-obatan lain.
Para ahli tidak tahu persis yang menyebabkan austi. Namun, menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), autisme disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Penelitian terbaru mengonfirmasi beberapa kelainan genetik yang dapat memengaruhi seseorang terhadap autisme. Beberapa gen telah terlibat. Autisme sering kali dikaitkan dengan keterlibatan beberapa gen yang diturunkan. Autisme juga bisa menurun dalam keluarga.
Baca juga: Begini Cara Melakukan Deteksi Dini Gangguan Autisme pada Anak
Hal itu juga diperkuat Centre for Disease Control and Preventions (CDC), penyebab autism spectrum disorder (ASD) tidak hanya satu. Ada banyak faktor berbeda yang diidentifikasi dapat membuat seorang anak lebih mungkin menderita ASD, termasuk faktor lingkungan, biologis, dan genetik. (Z-2)
Kabar baik bagi ibu hamil! Tinjauan ilmiah terbaru dari The Lancet menegaskan paracetamol aman dan tidak terbukti meningkatkan risiko autisme atau ADHD pada anak.
Studi menemukan ketidakseimbangan hormon tiroid yang berlangsung selama beberapa trimester kehamilan dapat meningkatkan risiko autisme pada anak.
Penelitian baru menunjukkan kemampuan kognitif, bukan sekadar gangguan pendengaran, menentukan seberapa baik seseorang memahami percakapan di tempat ramai.
Belakangan, asam folinat mulai menarik perhatian sebagai salah satu pendukung terapi pada anak dengan autisme. Apa sebenarnya zat ini dan bagaimana perbedaannya dengan vitamin B9.
Penelitian terbaru dari Stanford mengungkap peran evolusi otak manusia dalam tingginya prevalensi autisme.
Penelitian terhadap 2,5 juta anak tunjukan tidak ada bukti penggunaan asetaminofen selama kehamilan meningkatkan risiko autisme.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved