Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu cara mengetahui pemicu alergi pada anak adalah dengan membuat catatan harian. Hal itu diungkapkan ahli alergi imunologi anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Prof Zakiudin Munasir.
"Cara yang paling sederhana adalah mengamati makanan apa yang menimbulkan alergi, Buat catatan harian, misalnya selama seminggu atau dua minggu. Saat makan ini, timbul gejala apa," ungkap dokter yang akrab disapa Zaki itu, Kamis (13/4).
Menurut Zaki, cara itu bisa dilakukan jika orangtua belum sempat membawa anak mereka untuk tes alergi atau jika keluarga tinggal di daerah yang tidak ada akses melakukan tes alergi.
Baca juga: Kelembaban Udara Tinggi Picu Reaksi Alergi
Selain jenis makanan dan gejala yang timbul setelah memakannya, Zaki mengingaytkan untuk mencatat obat yang sedang dikonsumsi anak. Hal itu dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam menentukan pencetus alergi.
"Misalnya, anak sedang flu kemudian kita beri obat yang mengandung antihistamin. Kalau anak sedang mengonsumsi antihistamin dan kemudian kita beri dia makan maka tidak akan muncul gejala alergi," ungkap Zaki.
Antihistamin merupakan kandungan obat yang biasa diberikan untuk meredakan reaksi alerhi seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, hingga ruam pada kulit.
Baca juga: Ini Beda Batuk dan Pilek karena Alergi dengan Batuk dan Pilek Biasa
Adapun tes alergi dilakukan dengan skin prick test. Tes ini dilakukan dengan meneteskan beberapa jenis cairan alergen pad atangan kemudian kulit lengan ditusuk jarum sehingga alergen masuk ke dalam permukaan kulit. Kemudian dilakukan pengukuran kadar imuniglobulin E (IgE) spesifik di dalam darah.
Jika masih ragu dengan hasil skin prick test, orangtua bisa melakukan uji eliiminasi dan provokasi dengan cara membatasi makanan yang dicurigai sebagai pemicu alergi.
"Anak tidak diberi makanan yang kita curigai. Kemudian, sekitar dua minggu kemudian, kita tantang dengan memberikan makanan itu, bagaimana reaksinya. Tapi, hal ini tidak boleh dilakukan sendiri karena berbahaya seandainya reaksi alerginya berat. Sebaiknya dilakukan di rumah sakit dan diawai oleh dokter," papar Zaki. (Ant/Z-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Inisiatif ini mempertegas komitmen platform dalam melibatkan orangtua secara langsung untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Roblox di masa depan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved