Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu cara mengetahui pemicu alergi pada anak adalah dengan membuat catatan harian. Hal itu diungkapkan ahli alergi imunologi anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Prof Zakiudin Munasir.
"Cara yang paling sederhana adalah mengamati makanan apa yang menimbulkan alergi, Buat catatan harian, misalnya selama seminggu atau dua minggu. Saat makan ini, timbul gejala apa," ungkap dokter yang akrab disapa Zaki itu, Kamis (13/4).
Menurut Zaki, cara itu bisa dilakukan jika orangtua belum sempat membawa anak mereka untuk tes alergi atau jika keluarga tinggal di daerah yang tidak ada akses melakukan tes alergi.
Baca juga: Kelembaban Udara Tinggi Picu Reaksi Alergi
Selain jenis makanan dan gejala yang timbul setelah memakannya, Zaki mengingaytkan untuk mencatat obat yang sedang dikonsumsi anak. Hal itu dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam menentukan pencetus alergi.
"Misalnya, anak sedang flu kemudian kita beri obat yang mengandung antihistamin. Kalau anak sedang mengonsumsi antihistamin dan kemudian kita beri dia makan maka tidak akan muncul gejala alergi," ungkap Zaki.
Antihistamin merupakan kandungan obat yang biasa diberikan untuk meredakan reaksi alerhi seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, hingga ruam pada kulit.
Baca juga: Ini Beda Batuk dan Pilek karena Alergi dengan Batuk dan Pilek Biasa
Adapun tes alergi dilakukan dengan skin prick test. Tes ini dilakukan dengan meneteskan beberapa jenis cairan alergen pad atangan kemudian kulit lengan ditusuk jarum sehingga alergen masuk ke dalam permukaan kulit. Kemudian dilakukan pengukuran kadar imuniglobulin E (IgE) spesifik di dalam darah.
Jika masih ragu dengan hasil skin prick test, orangtua bisa melakukan uji eliiminasi dan provokasi dengan cara membatasi makanan yang dicurigai sebagai pemicu alergi.
"Anak tidak diberi makanan yang kita curigai. Kemudian, sekitar dua minggu kemudian, kita tantang dengan memberikan makanan itu, bagaimana reaksinya. Tapi, hal ini tidak boleh dilakukan sendiri karena berbahaya seandainya reaksi alerginya berat. Sebaiknya dilakukan di rumah sakit dan diawai oleh dokter," papar Zaki. (Ant/Z-1)
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved