Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER gigi spesialis ortodonti Stephanie Adelia Susanto, yang merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada, membagikan alasan mengapa mouthwash atau obat kumur yang mengandung alkohol perlu dihindari.
"Obat kumur tentu banyak manfaatnya, namun, tidak semua produk obat kumur memiliki kandungan yang baik," kata dokter gigi yang akrab disapa Adel itu, dikutip Rabu (5/4).
Cairan pencuci mulut mungkin sudah tidak asing lagi di Indonesia, banyak juga yang menggunakannya sebagai rutinitas wajib usai menyikat gigi.
Baca juga: Hati-hati, Infeksi Gusi Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Pemilihan produk yang salah, terutama yang mengandung alkohol, bisa menyebabkan sejumlah masalah mulut seperti mulut kering, iritasi, hingga menimbulkan bau tidak sedap.
"Mulut kita tidak hanya gigi isinya, ada bibir, gusi, lidah. Pilih formula yang lembut sehingga tidak membuat mulut itu perih atau
seperti terasa terbakar, hindari produk mouthwash beralkohol," kata Adel.
Alkohol merupakan zat aktif keras yang mampu membuat mulut kurang terhidrasi. Mulut yang kering, jelas Adel, tentu berpotensi mengalami iritasi dan dapat menimbulkan bau tidak sedap karena mikroorganisme mulut yang tidak seimbang.
Baca juga: Hati-hati, Kebiasaan Menghisap Rokok Elektrik dapat Memicu Gigi Berlubang
"Bila mikroorganisme mulut tidak seimbang, bakteri baik tidak mampu menghalangi bakteri jahat yang mengeluarkan bau tidak sedap," ungkap Adel.
Adel menambahkan, seseorang akan terburu-buru saat berkumur dengan obat kumur yang mengandung alkohol karena sensasi rasa pedas atau terbakar yang mengganggu. Akibat terburu-buru, aktivitas berkumur tidak mencapai durasi yang dianjurkan.
Dia juga melihat alkohol pada obat kumur kini semakin ditinggalkan karena mengandung zat adiktif yang sangat tajam, praktik yang juga diterapkan pada produk perawatan kulit.
Berkumur dengan obat kumur tanpa alkohol usai menyikat gigi setiap hari sangat dianjurkan karena mampu menjangkau sela-sela gigi yang tidak mampu dijangkau oleh sikat gigi.
"Berkumur dengan obat kumur meningkatkan kebersihan mulut 20% lebih tinggi daripada hanya sikat gigi," pungkas Adel. (Ant/Z-1)
Dekan FKG USK Profesor Cut Soraya Sp.KG melalui Media Indonesia, Selasa (16/9) mengatakan, kegiatan ini FKG melayani pengobatan gigi dan mulut secara gratis.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatakan gigi karies menjadi yang paling sering ditemukan pada masalah gigi.
Dengan memperhatikan pertumbuhan gigi anak secara maksimal, bisa membantu mengurangi permasalahan gigi yang lebih kompleks.
Morning sickness dapat menyebabkan asam lambung menggerogoti email gigi, sehingga gigi mudah rusak.
IDEC menggarisbawahi perlunya ekosistem dalam industri kesehatan gigi dan mulut demi terciptanya kemajuan teknologi di bidang kesehatan.
Mouth wash disebut dapat mengurangi setidaknya 99,9% kuman penyebab bau mulut dan plak.
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Masyarakat harus lebih berhati-hati akan kondisi gusi mereka, karena radang yang terjadi di mulut bisa membuat berbagai penyakit serius yang berbahaya.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup. Simak empat kesalahan umum menurut ahli gigi yang bisa membuat gigi rusak meski sudah rajin sikat gigi.
Penelitian terbaru menemukan orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke 86% lebih tinggi.
Sering kali mulut dianggap seolah-olah terpisah dari tubuh. Kesehatan mulut, termasuk gigi dan gusi, ternyata berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved