Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Rokok elektrik atau vape sedang nge-tren belakangan ini Namunm, hati-hati kebiasaan menghisap rokok jenis ini (vaping) ini dapat berisiko menyebabkan gigi berlubang. Peneliti dari Universitas Tufts, Amerika Serikat mengatakan setelah menghirup, kandungan lengket dan manis dari cairan vape dapat menempel pada gigi sehingga menyebabkan kerusakan. Cairan tersebut juga mengubah mikrobioma mulut, membuatnya lebih ramah terhadap bakteri penyebab pembusukan.
Selain itu, vaping tampaknya mendorong pembusukan di area yang biasanya tidak terjadi, seperti tepi bawah gigi depan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS melaporkan bahwa 9,1 juta orang dewasa di Amerika dan dua juta remaja menggunakan produk vaping berbasis tembakau, yang berarti ada banyak gigi rentan di seluruh negeri. CDC juga melaporkan bahwa 7,6% anak usia 11 hingga 18 tahun menggunakan rokok elektrik pada tahun 2021.
Tim peneliti menganalisis data dari lebih dari 13.000 pasien berusia di atas 16 tahun yang dirawat di klinik gigi Tufts dari 2019 hingga 2022.Mereka menemukan ada perbedaan yang signifikan dalam risiko gigi berlubang antara mereka yang menggunakan vape dan mereka yang tidak Data mengungkapkan bahwa 79% pasien pengguna vape berisiko tinggi menderita gigi berlubang.
Tim peneliti dalam studi yang diterbitkan dalam The Journal of American Dental Association ini mengatakan, selama beberapa tahun terakhir kesadaran masyarakat telah meningkat tentang bahaya vaping, terutama setelah penelitian mengaitkan kebiasaan ini dengan perkembangan penyakit paru-paru.
Melansir dari situs Study Finds, Senin (28/11), Dr. Karina Irusa, asisten profesor perawatan komprehensif di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Tufts menambahkan bahwa beberapa penelitian gigi mengaitkan penggunaan rokok elektrik dan meningkatkan tanda bahaya untuk penyakit gusi dan kerusakan pada enamel gigi. (M-3)
Dekan FKG USK Profesor Cut Soraya Sp.KG melalui Media Indonesia, Selasa (16/9) mengatakan, kegiatan ini FKG melayani pengobatan gigi dan mulut secara gratis.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatakan gigi karies menjadi yang paling sering ditemukan pada masalah gigi.
Dengan memperhatikan pertumbuhan gigi anak secara maksimal, bisa membantu mengurangi permasalahan gigi yang lebih kompleks.
Morning sickness dapat menyebabkan asam lambung menggerogoti email gigi, sehingga gigi mudah rusak.
IDEC menggarisbawahi perlunya ekosistem dalam industri kesehatan gigi dan mulut demi terciptanya kemajuan teknologi di bidang kesehatan.
Mouth wash disebut dapat mengurangi setidaknya 99,9% kuman penyebab bau mulut dan plak.
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Masyarakat harus lebih berhati-hati akan kondisi gusi mereka, karena radang yang terjadi di mulut bisa membuat berbagai penyakit serius yang berbahaya.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup. Simak empat kesalahan umum menurut ahli gigi yang bisa membuat gigi rusak meski sudah rajin sikat gigi.
Penelitian terbaru menemukan orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke 86% lebih tinggi.
Sering kali mulut dianggap seolah-olah terpisah dari tubuh. Kesehatan mulut, termasuk gigi dan gusi, ternyata berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved