Senin 20 Maret 2023, 17:06 WIB

Penting, Pengarusutamaan Gender di Sektor Perpustakaan

Dinda Shabrina | Humaniora
Penting, Pengarusutamaan Gender di Sektor Perpustakaan

MI/RAMDANI
Pengunjung di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/2/2023).

 

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menekankan pentingnya pengarusutamaan gender dalam sektor perpustakaan. Pasalnya, perempuan merupakan kunci tumbuhnya literasi dimulai dari dirinya dan dalam keluarga.

“Literasi memang harus dimaknai secara luas, tidak hanya masalah melek huruf, tetapi dengan kemampuan baca tulis yang baik, maka semakin terbuka lebar akses terhadap pengetahuan. Apalagi perempuan memegang peranan utama dalam menumbuhkembangkan budaya literasi dalam lingkungan keluarga. Literasi yang baik dalam keluarga akan menumbuhkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Menteri PPPA dalam kunjungan kerja ke kelompok binaan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), di Desa Bukit, Kabupaten Karangasem, Minggu (19/3).

Menurut Menteri PPPA, pada 2020, Angka Melek Huruf (AMH) penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas mencapai angka 96 persen. “Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2022, tercatat 23 provinsi sudah mencapai target di atas 96 persen, tetapi Provinsi Bali masih berada di bawah rata-rata nasional, yaitu 95,5 persen. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Perpusnas ini menjadi potensi yang luar biasa dalam meningkatkan literasi perempuan dan keluarga,” ungkap Menteri PPPA.

Baca juga: Kemenag Kirim 50 Pendakwah ke Daerah 3T Jelang Ramadan

Baca juga: BMKG Minta Masyarakat Jaga Kondisi Tubuh di Masa Pancaroba

Lebih lanjut, Menteri PPPA menyebutkan, salah satu contoh konkret pengarusutamaan gender di sektor perpustakaan adalah penyediaan layanan informasi bagi perempuan terkait keterampilan-keterampilan praktis yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka melalui kewirausahaan perempuan.

“Layanan informasi untuk kewirausahaan perempuan di daerah dapat berupa penyediaan buku di perpustakaan, pembelajaran secara daring, maupun penyelenggaraan kegiatan di perpustakaan untuk meningkatkan keterampilan perempuan sesuai dengan potensi di masing-masing wilayah,” kata Menteri PPPA.

Menteri PPPA pun mengapresiasi kegiatan kunjungan kerja pemberdayaan perempuan dalam penguatan literasi di perpustakaan Desa Bukit yang merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan.

“Diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya, mempelajari sebanyak-banyaknya ilmu, dan membuka berbagai kesempatan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga,” tutur Menteri PPPA.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar menerangkan, pihaknya terus berinovasi untuk menciptakan program yang lebih mendekatkan sumber informasi kepada masyarakat guna meningkatkan tahapan literasi di Indonesia. Salah satu program yang diselenggarakan oleh Perpusnas adalah Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

“Kami melihat budaya literasi perlu digalakkan sampai kepada masyarakat di akar rumput. Inilah konsep yang kami kembangkan melalui hadirnya program TPBIS yang memiliki multiplier effect bagi masyarakat di pedesaan dan perkotaan,” ujar Adin.

Menurut Adin, sejak dijalankan pada 2018 lalu, penerima manfaat TPBIS telah tersebar di 33 provinsi, 296 kabupaten/kota, dan 1.696 desa/kelurahan. “Kami sudah membangun pilot project TPBIS di 6 desa di Kabupatem Karangasem, termasuk Desa Bukit. Mohon kiranya pemerintah daerah melakukan replikasi TPBIS, sehingga banyak komunitas masyarakat bisa tersentuh dengan literasi yang kuat dan potensi dirinya bisa mendapatkan harkat martabat yang lebih baik. Kami juga akan menyinergikan TPBIS dengan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang dikoordinasikan oleh KemenPPPA” ungkap Adin.

Wakil Bupati Kabupaten Karangasem, I Wayan Artha Dipa mengatakan, Perpustakaan Desa Bukit merupakan sumber daya yang berharga bagi perempuan. "Dengan menyediakan buku-buku pemberdayaan perempuan, koleksi ilmu terapan, dan layanan komputer serta internet, kami dapat membantu mereka mendapatkan pengetahuan dan kepercayaan diri yang mereka butuhkan untuk membuat perubahan positif dalam hidup mereka," kata Wayan Artha Dipa.

Lebih lanjut, Wayan Artha Dipa menyebutkan, Perpustakaan Desa Bukit telah menjadi tempat yang aman dan ramah bagi perempuan. Menurutnya, Perpustakaan Desa Bukit menawarkan program kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat perempuan. "Berkaitan dengan hal tersebut, kita dapat menciptakan komunitas yang mendukung pertumbuhan dan peningkatan diri. Hal ini juga selaras dengan upaya pengembangan TPBIS yang digagas oleh Perpustakaan Nasional," tutup Wayan Artha Dipa. (H-2)

Baca Juga

Freepik

Kualitas Air yang Buruk Bisa Picu Stunting

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 27 September 2023, 09:57 WIB
"Walaupun air minum sudah direbus hingga mendidih, jika cara penanganan dan penyimpanan air tidak higienis maka kontaminasi E. coli...
Freepik

Rekomendasi Website untuk Cek Plagiarisme Online Gratis

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Rabu 27 September 2023, 09:05 WIB
Berikut website untuk memeriksa apakah naskah anda plagiat atau...
Ist/DPR

Cegah Anak Jadi Korban Prostitusi, Puan Minta Pemerintah Gencarkan Edukasi

👤Media Indonesia 🕔Rabu 27 September 2023, 09:03 WIB
Pendidikan seksual yang sesuai dengan kategori anak dapat menjadi modal agar mereka memahami batasan yang diperlukan serta agar anak dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

MI TV

Selengkapnya

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya