Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN wilayah Indonesia saat ini tengah mengalami banjir. Di balik itu kita harus waspada penyakit saat banjir, salah satunya leptospirosis. Sekilas penyakit ini bergejala mirip dengan flu. Namun lebih berat disertai dengan berbagai gejala lainnya. Jika tidak diobati dengan tepat, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan organ dalam, bahkan mengancam nyawa.
Lalu apa sih penyebab leptospirosis? Dikutip dari laman Alodokter leptospirosis disebabkan bakteri leptospira ini menyebar melalui urine atau darah hewan terinfeksi. Beberapa hewan yang menyebarkan bakteri ini ialah anjing, babi, kuda, sapi, dan tikus
Baca juga: Awas Leptospirosis, 5 Warga Semarang Meninggal
Bakteri ini dapat mengontaminasi air dan tanah dalam waktu yang cukup lama. Bakteri ini dapat bertahan selama beberapa bulan atau tahun.
Sedangkan penularan bakteri Leptospira ke manusia dapat terjadi karena beberapa hal. Pertama, kontak langsung kulit dan urine hewan pembawa bakteri. Berikutnya, kontak antara kulit dengan air dan tanah yang terkontaminasi, atau mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri.
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Di Sebagian Wilayah Indonesia
Penderita juga bisa terkena bakteri ini bila ada luka di tubuhnya. Selain itu, bakteri ini bisa masuk melalui mata, hidung, mulut, dan saluran pencernaan.
Apa saja gejalanya? Memang sekilas mirip flu atau demam berdarah. Yang membedakan penyakit ini dengan gejala awal ialah demam tinggi dan menggigil, sakit kepala, mual, muntah, tidak nafsu makan, diare, mata merah, nyeri otot (terutama betis dan punggung bawah), sakit perut, bintik-bintik merah di kulit yang ditekan tidak hilang.
Nah bagi kalian yang di kawasan banjir, waspada penyakit leptospirosis dan segera ke dokter untuk mengatasinya. (Z-3)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
MENTERI Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur kereta api yang kembali terendam banjir di rute Stasiun Pekalongan hingga Sragi, Jawa Tengah, Rabu (21/1).
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
MENTERI Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/1).
Kenali penyakit gondongan yang belakangan penularannya menyebar di kalangan anak-anak.
Vaksin cacar air (varicella) dapat menurunkan risiko infeksi dan mengurangi gejala jika terinfeksi, meskipun tidak sepenuhnya mencegah penyakit tersebut.
Monkeypox adalah penyakit yang semakin menarik perhatian dunia, terutama setelah beberapa kasus dilaporkan di berbagai negara.
Mumps, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai gondongan, adalah infeksi virus yang disebabkan oleh virus mumps.
Sebanyak 60-70% kasus demensia merupakan penyakit Alzheimer.
Ahli kesehatan keluarga dr. Meriana Virtin mengatakan Indonesia berada dalam sabuk talasemia dunia dengan angka sifat genetik 3-8% yang artinya sebanyak 8-22 juta penduduk membawa genetik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved