Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES tumbuh kembang anak-anak di Tanah Air harus didorong dengan pemenuhan gizi yang baik. Apalagi mereka akan menjadi penerus bangsa.
Kecukupan gizi anak dan remaja merupakan bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Seiring peningkatan populasi anak dan remaja di Indonesia diperlukan perhatian khusus karena akan berdampak pada tumbuh kembang, pemikiran, serta nalar mereka.
Hal tersebut menjadi pemikiran alumni SMAN 68 Jakarta yang dipimpin oleh Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) KLHK Ade Palguna R yg merupakan angkatan pertama di sekolah itu.
Dirancang lah suatu program untuk memantau dan memastikan kecukupan gizi bagi murid-murid di SMAN 68, yakni 68 Bagi Kesehatan Remaja dan diluncurkan pada Senin (6/3) serta didukung oleh Puskesmas Kenari. Kegiatan itu dilakukan meliputi pengecekan kesehatan murid-murid di tahap awal program untuk mengetahui data awal tingkat Kesehatan dan kesemaptaan murid-murid.
“Kegiatan sungguh bermanfaat bagi murid-murid,” tutur Kepala Sekolah SMAN 68 Yunidar. “Terlebih karena murid-murid kami sebagian besar penerima KJP/Kartu Jakarta Pintar sesuai zonasi,” sambung dia.
Kegiatan peningkatan kecukupan gizi dan kesehatan murid ini dilaksanakan oleh alumni SMAN 68 angkatan pertama yang merasa beruntung dapat menimba pengetahuan di SMA itu.
Baca juga: Fortinet: Adopsi Digital Tingkatkan Tren Serangan Siber
Dalam kegiatan tersebut juga telah dipilih beberapa Duta Remaja yang akan menjelaskan mengenai siklus kehidupan manusia, hal-hal mengenai kecukupan gizi remaja dan dampaknya, kerentanan dan risiko sebagai remaja termasuk kesehatan mentalnya, pentingnya mencintai dan bangga terhadap tanah air, dan bagaimana merancang masa depan yang bermanfaat.
“Kami berusaha untuk melibatkan dan memperoleh dukungan dari teman-teman alumni yang cukup beruntung dan sukses, untuk ikut membantu kegiatan ini,” ujar Vice President, Head of Social Investment Dept PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk R Artsanti yang juga alumnus pertama SMAN 68.
Sementara Founder Desa Bukit Indah Foundation Yusnain Yusuf menambahkan, “Menyenangkan bisa bekerjasama kembali dengan teman-teman masa SMA lebih empat dekade yang lalu,” ujarnya. “Teman-teman sangat bersemangat untuk bekerja bakti dan memberi kembali bagi sekolah yang telah membesarkan mereka.” (R-3)
Sepeda motor hasil rampokan tersebut sempat dipasarkan melalui media sosial (marketplace) sebelum akhirnya berhasil disita polisi sebagai barang bukti.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Upaya pencegahan bunuh diri pada remaja dinilai perlu dimulai dari penguatan “jaring pengaman” di lingkungan terdekat, terutama sekolah dan keluarga.
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved