Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggandeng Komunitas Alumni Jepang (KAJI) Jepang Indonesia untuk menyelenggarakan Webinar BPSDM HEBAT (Humble, Emphaty, Believe, Agile, and Tangible) Sesi ke-2 mengusung tema, “Pengenalan Budaya Pendidikan Jepang dan Huruf Hiragana”, Jumat (10/2).
Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono, membuka acara webinar pengenalan budaya pendidikan Jepang dan huruf Hiragana. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa acara ini merupakan seri kedua dan sangat mengapresiasi terhadap kolaborasi dengan Komunikasi Alumni Jepang Indonesia (KAJI).
Sugeng Hariyono menegaskan, sebagai bangsa berbudaya dan berkeinginan kuat Indonesia emas 2045, kunci utamanya adalah sumber daya manusia. Oleh karena itu, Indonesia perlu belajar banyak dari Jepang, khususnya dalam hal pengelolaan budaya dan mempertahankan akar budayanya.
Hadir narasumber pada sesi kedua adalah Alvin Mariogani dan Fachrurrozi atau dikenal dengan panggilan Ozi dan dimoderasi oleh Silvany Dianita. Dalam penyampaian materi,
Ozi menjelaskan bahwa bahasa Jepang bukan merupakan hasil pemikiran mereka sendiri, melainkan diambil dari aksara Cina dan Kanji. Sementara itu, Alvin memaparkan bahwa hiragana adalah huruf yang pertama kali dikenal oleh anak SD dalam menulis dan menjadi dasar bagi penulisan huruf lain seperti Katakagana dan Kanji.
Menutup acara, Alvin berharap pemahaman tentang budaya dan bahasa Jepang dapat diimplementasikan secara nyata di masa depan dan tidak bosan untuk belajar. Sementara Ozi menambahkan bahwa bahasa Jepang merupakan pintu masuk untuk bereksplorasi dan memaksimalkan kegiatan budaya dan bahasa Jepang. Terakhir Silvany menyebutkan, acara ini juga diharapkan dapat menjadi forum silahturahmi bagi aparatur untuk belajar bahasa Jepang dan peserta dapat kembali turut hadir pada agenda berikutnya. (RO/OL-7)
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
Menurutnya, ketiga faktor tersebut belum menunjukkan relevansi Bahasa Portugis yang signifikan bagi Indonesia.
Pembelajaran bahasa asing akan membuat anak didik Indonesia lebih terasah kecerdasan dan daya kreatifnya.
Kemendikdasmen diminta untuk melakukan kajian terkait dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto menjadikan bahasa Portugis sebagai pelajaran di sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, mengatakan ia menyambut rencana pelajaran bahasa Portugis di sekolah tersebut, tetapi harus dengan relevansi yang jelas.
Menurut sebuah penelitian, mereka yang bisa berbicara lebih dari dua bahasa, biasanya memiliki kemampuan kognitif hingga pemecahan masalah yang lebih baik.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Angka kelahiran Jepang 2025 jatuh ke rekor terendah 705.809 bayi. Pemerintah fokus naikkan pendapatan generasi muda untuk atasi krisis demografi yang kian akut.
Tiongkok melarang ekspor barang dwiguna ke 20 entitas pertahanan Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries.
Seorang donatur misterius menyerahkan 21 kg emas batangan senilai Rp60 miliar ke Pemerintah Kota Osaka, Jepang, untuk perbaikan pipa air tua.
Korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 24 orang yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja.
Program ini dirancang untuk memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat Sumut, baik di dalam maupun luar negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved