Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR farmasi klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zullies Ikawati membuka kemungkinan lain terkait keracunan yang menyebabkan kasus baru Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA).
Hal tersebut dikarenakan obat Praxion yang diproduksi PT Pharos Indonesia dinyatakan aman, setelah dilakukan uji laboratorium oleh Badan POM dan secara mandiri.
"Jadi ada possibility faktor lain, meski masih kemungkinan tetap harus diinvestigasi," kata Zullies dalam konferensi pers, Rabu (8/2).
Baca juga: Sebut Obat Sirop Praxion Aman, Masyarakat Tidak Percaya Lagi Badan POM
Menurutnya, gagal ginjal akut bisa diakibatkan beberapa faktor, yakni eksternal dan internal. Faktor internal dari pasien itu sendiri. Lalu, faktor eksternal selain toksikan (keracunan) dari Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG), juga bisa dari meta. Oleh karena itu, diperlukan penyelidikan lebih lanjut.
"Untuk memastikan gagal ginjal ini karena cemaran, perlu pemeriksaan yang sangat komplet. Jadi kalau hanya berdasarkan apa yang dikonsumsi, tentu tidak bisa berdasarkan seperti itu," imbuh Zullies.
Dari hasil laboratorium klinis kasus GGAPA, menunjukkan ada gangguan fungsi ginjal, yang terlihat dari peningkatan angka kreatinin. Namun, belum ada informasi terkait adakah kristal oksalat dalam urine, kemudian angka lain dari hasil laboratorium dan juga kadar toksikan dalam darah.
Baca juga: Kemenkes Kembali Temukan Kasus Gagal Ginjal pada Anak
"Informasi yang saya dapatkan, memang disebutkan kadar toksikan DEG, tetapi dalam jumlah yang sangat kecil. Artinya, ketika kita hitung juga, itu belum mencapai level yang mungkin bisa mematikan atau toksikasi," jelasnya.
Jika melihat kasus di Panama pada 2006, yang juga mengalami kasus keracunan EG dan DEG, mereka melakukan study case control. Sehingga, kadar metabolik sangat penting diukur. Untuk memastikan kelengkapan data kasus, dibutuhkan pemeriksaan lebih lengkap.
"Kasus ini terus terang ini buat saya pribadi, masih misteri. Kalau dugaannya dari sirop dan itu semuanya masih masuk standar, ada kemungkinan faktor lain, yang saya kira masih memerlukan investigasi lebih jauh," tutup Zullies.(OL-11)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
BNN RI menyarankan larangan penggunaan rokok elektrik (vape) di Indonesia karena 23,97% sampel liquid mengandung narkotika, berpotensi disalahgunakan untuk konsumsi narkoba.
Gelombang keluhan atas dugaan bahan bakar Pertalite bermasalah terus mengalir ke Pertamina. Hingga Kamis (30/10), tercatat 162 laporan masuk ke posko pengaduan yang dibuka sejak Jumat (24/10)
Tim gabungan melakukan inspeksi dan mengambil sampel gula merah di sebuah industri gula merah di Blora, Jawa Tengah yang diduga mengandung zat berbahaya.
Hasil penelusuran sementara, makanan itu disantap oleh para pasien pada Sabtu (1/6). Namun, makanan tersebut sudah diolah sehari sebelumnya.
Laboratorium Forensik Polri menyebut obat sirop Praxion masih aman dikonsumsi. Kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada obat sirop Praxion masih dalam batas aman.
Apalagi, kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) masih bisa muncul dari cemaran dari baku, tidak hanya dari obat, namun juga makanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved