Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR farmasi dari Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati, menilai perlunya pemeriksaan lebih lanjut terkait pasien gagal ginjal akut.
Menurutnya, diagnosis kadar cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada obat sirop merek Praxion perlu diteliti lebih lengkap.
"Perlu dipastikan lagi keberadaan DEG ini pada kadar berapa dalam darah. Aapakah telah mencapai kadar toksiknya," kata Zullies, Jumat (10/2).
Studi case-control kasus keracunan DEG di Panama pada 2006, bahwa pada subyek kontrol yang tidak mengalami keracunan pun ada yang darahnya mengandung DEG, yang mungkin diperoleh dari sumber lain.
Baca juga: Wapres Minta Kemenkes Berempati pada Pasien Gagal Ginjal Akut
Namun, yang jelas tetap berbeda antara kelompok kasus keracunan dan kontrol adalah keberadaan metabolit toksik dari DEG, yaitu diglycolic acid. Itu menunjukkan bahwa di dalam kelompok orang yang keracunan DEG memang telah terbentuk metabolit toksik.
"Sedangkan angka yang relatif rendah pada DEG-nya, mungkin justru karena sebagian berubah menjadi metabolit toksiknya. Untuk tujuan penelitian, ada baiknya memeriksa kadar metabolit toksiknya dalam darah pasien," imbuh Zullies.
Baca juga: Kemenkes Libatkan Laboratorium Independen untuk Pengujian Obat Praxion
Pada dasarnya, EG dan DEG merupakan senyawa toksik yang tidak boleh ada di obat maupun makanan yang dapat tertelan manusia. Pun jika ada, kandungannya harus dalam batas aman.
Lebih lanjut, dia mengatakan EG dan DEG masih bisa terdapat dari cemaran dari baku, tidak hanya dari obat, namun juga makanan. Beberapa bahan baku yang berpotensi mengandung cemaran EG atau DEG adalah sorbitol, polietilen glikol, propilen glikol dan gliserol.
Sejumlah bahan tersebut juga cukup banyak dijumpai pada produk pangan, terutama pangan olahan. "Jadi memang semua bahan baku yang mungkin bisa menjadi sumber cemaran EG/DEG perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan khusus," tandasnya.(OL-11)
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Gelombang keluhan atas dugaan bahan bakar Pertalite bermasalah terus mengalir ke Pertamina. Hingga Kamis (30/10), tercatat 162 laporan masuk ke posko pengaduan yang dibuka sejak Jumat (24/10)
Tim gabungan melakukan inspeksi dan mengambil sampel gula merah di sebuah industri gula merah di Blora, Jawa Tengah yang diduga mengandung zat berbahaya.
Hasil penelusuran sementara, makanan itu disantap oleh para pasien pada Sabtu (1/6). Namun, makanan tersebut sudah diolah sehari sebelumnya.
Laboratorium Forensik Polri menyebut obat sirop Praxion masih aman dikonsumsi. Kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada obat sirop Praxion masih dalam batas aman.
Kemenkes menegaskan perlunya pengujian secara lengkap kadar keamanan produk obat sirop Praxion, sebelum akhirnya bisa dilepas kembali ke pasaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved