Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berkolaborasi dengan Universitas Budi Luhur (UBL) dan Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti dalam hal pengolahan sampah plastik.
Bentuk kolaborasi yang dilakukan Kalbe, UBL dan ITL Trisakti adalah menggelar program edukasi pengolahan sampah dengan tema Greget Plastik Season 2 Goes to Yayasan Kampus Diakoenia Modern (KDM) di Bekasi, Jawa Barat.
"Greget Plastik Season 2 mencerminkan kolaborasi yang baik antara dunia pendidikan dan industri. Kolaborasi ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi lingkungan, namun juga dalam mencapai hidup bersih dan sehat," Sekretaris Direktur Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITL Trisakti Simon Gultom di Jakarta, Jumat (3/2).
Hadir dalam acara itu, Abi Nisaka (Kalbe Corporate Sustainability Senior Manager), Bernadette Fanny (Kalbe Corporate Internal Communication Manager), Simon Gultom, AMTRU, S.E., M.M (Sekretaris Direktur Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITL Trisakti), Sotar Sinaga (Direktur Operasional Yayasan Kampus Diakonia Modern (KDM), Moch Hasrul (Dosen Kalbis Institute), Ayu Wahyuningtyas, M.Sc( Pusat Studi Bencana Universitas Budi Luhur), Umi Tutik (Pengelola Bank Sampah Budi Luhur), serta serta perwakilan KDM Green Project, Nando dan Arief.
Dalam kesempatan itu, seluruh unsur yang hadir berkomitmen terus melanjutkan inisiatif keberlanjutan dalam mengelola sampah plastik di lingkungan masing-masing. Banyaknya sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik menimbulkan keprihatinan dan penyakit di lingkungan sekitar.
"Kegiatan Greget Plastik Season 2 menjadi perwujudan komitmen Kalbe dalam memelihara kelestarian lingkungan, yang sejalan dengan inisiatif Keberlanjutan Bersama Sehatkan Bangsa. Melalui pengurangan sampah plastik, kita juga berkontribusi dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik," ujar Kalbe Corporate Sustainability Senior Manager Abi Nisaka.
Baca juga : Pengertian Dekomposer, Peranan dalam Ekosistem dan Contoh
Bahkan, sampah bisa menimbulkan bencana banjir. Karena itu, program Greget Plastik Season 2 memiliki nilai positif dalam memberikan edukasi singkat terkait kreasi sampah plastik, berupa olahan plastik kresek bekas dan sampah plastik lainnya.
Program Greget Plastik Season 2 juga memberikan penjelasan terkait sampah plastik yang telah diolah dan memiliki nilai tambah secara ekonomi.
"Gerakan Greget Plastik Season 2 bukan hanya tentang membangun kesadaran karyawan tentang bahaya sampah plastic. Tetapi bagaimana kita mengajak karyawan lebih peka bahwa ketika kita mengumpulkan sampah plastik dan diberikan ke tangan yang tepat, sampah plastik masih memiliki nilai ekonomis sehingga bisa membantu orang lain," jelas Kalbe Corporate Internal Communication Manager, Bernadette Fanny.
Program Greget Plastik Season 2 diikuti oleh para karyawan dari 29 unit bisnis Kalbe yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Karyawan unit bisnis Kalbe berhasil mengumpulkan sampah plastik dengan berat 634 kg dalam kurun waktu enam bulan. Total donasi sampah plastik yang terkumpul mencapai jutaan rupiah. (RO/OL-7)
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti pengelolaan sampah di sejumlah terminal bus yang dinilai masih jauh dari standar lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyatakan rest area menjadi salah satu titik penting untuk mendorong perubahan budaya pengelolaan sampah di masyarakat.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono menyoroti potensi lonjakan jumlah pemudik pada musim mudik Lebaran 2026.
Melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi, program-program ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus memberdayakan masyarakat.
Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana mendorong pembangunan TPS 3R dan TPA modern di Pegunungan Bintang demi atasi masalah sampah di Oksibi
Longsor sampah di TPST Bantargebang menjadi peringatan bagi tata kelola sampah Jakarta. Pemprov DKI diminta memperkuat pemilahan dari rumah dan pemberdayaan bank sampah.
Mengusung kampanye #NyamanTanpaSampah, kegiatan ini sengaja dirancang untuk menyentuh hati generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.
TAWA riang anak-anak Panti Asuhan di salah satu kota, tiba-tiba memecah kesunyian sore itu, dan sedikit berbeda.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Advanced Energy Materials, para ilmuwan berhasil mengembangkan metode untuk mengubah sampah plastik menjadi asam asetat, bahan utama cuka.
Program inovatif BTN ubah sampah plastik jadi kredit cicilan rumah. Warga bisa meringankan beban dengan menukarkan limbah rumah tangga jadi tabungan.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan pembangunan hingga 20.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved