Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mendapatkan inspirasi hidup dan keteladanan, sebenarnya mudah. Cukup dengan menyempatkan sedikit waktu untuk mengamati dan menemukan teladan dari orang sekitar kita. Demikianlah teori sederhananya.
Namun, melewatkan keteladanan dari Syekh Mutawalli As-Sya'rawl, yang mendapat julukan Imam ad-Du'at (Pemimpin Para Da'i), agaknya rugi banget, deh! Enggak mau rugi, kan? Yuk kita meneladani beliau bareng-bareng sebagaimana dilansir @limproduction di Instagram.
Pernah mengalami kehendak orangtua berseberangan sama kemauan kita? Sama! Namun kita tetap manut orangtua, kan? Bagus!
Terlebih kalau orangtua memilihkan hal yang sebenarnya lebih maslahat buat kita. As-Sya'rawi muda juga pernah demikian. Karena banyak teman sebayanya waktu itu lebih memilih bertani ketimbang belajar, beliau pun ingin seperti mereka, yakni bertani.
Baca juga: Kisah Ayah Ajarkan Anak yang Merasa Capai Berbuat Baik
Namun, karena membantah pun tidak berani, akhirnya As-Sya'rawi muda menuruti kemauan orangtua, yakni mondok dan belajar di Universitas Al-Azhar Kairo. Bi barokati baktinya pada orangtua, kelak beliau mendapatkan kemuliaan dunia-akhirat, yakni menjadi ulama', pendakwah, dan ahli tafsir.
Untuk mendapatkan ilmu yang manfaat-barokah, menumbuhkan cinta pada ilmu merupakan keharusan. Apalagi ilmu itu dapat mengantarkan kita selamat dunia-akhirat.
Caranya dengan apa? Minimal langkah awal kita yaitu membaca. Kecintaan pada ilmu telah beliau teladankan kepada kita.
Ada 20 lebih kitab dengan beragam fan yang telah beliau tulis. Sedangkan menulis tanpa membaca sepertinya enggak ada ceritanya. Iya, kan? Bayangkan, berapa banyak referensi yang telah beliau baca.
Baca juga: Cerita Tiga Penjual Sisir di Kompleks Biara Shaolin, Berhasilkah?
Lalu dengan menulis, kita akan mengabadikan hasil buah pikir kita dengan runtut dan terstruktur. Terlebih lagi kalau produktif. Kalau pun memang menulis bukan minat kita, sifat produktif pada hal lain tetap harus kita punya.
Banyak ulama' mengakui Syekh Mutawali As-Sya'rawi' memiliki kemampuan mengolah dan menyampaikan kata yang mudah dipahami banyak orang. Padat, ringkas, dan indah.
Lisannya yang fasih dan metode penafsirannya yang mudah lagi indah membuat ceramah-ceramah mudah dicerna oleh berbagai lapisan masyarakat, baik di Mesir (tempat kelahirannya), maupun berbagai penjuru dunia. Karenanya, beliau diberi gelar Imam ad-Du'at (Imam para Da'i) oleh rekan sejawat sesama ulama di Mesir.
Dari pemaparan indahnya dalam menafsirkan Al-Qur'an, oleh penerbit Akhbar al-Yaum, dokumentasi ceramah-ceramah Syekh Mutawali yang menjelaskan tafsir Al-Qur'an ini dikodifikasi oleh tim penerbit. Keindahan bahasanya yang memahamkan banyak kalangan ini ialah wujud kecintaannya kepada umat yang akhirnya menjadikannya sebagai kecintaan umat.
Kitab tafsirnya ini bernama Tafsir Khawatir al-Imam Muhammad Mutawali As-Sya'rawi. Jumlahnya 20 jilid.
Banyak nasihatnya yang dekat dengan realita kehidupan kita. Coba saja simak nasihatnya.
إن كنت لا تعرف عنوان رزقك . فإن رزقك يعرف عنوانك
"Jika kamu tidak tahu alamat tempat rezekimu, ketahuilah rezekimu tahu alamat tempatmu."
من ابتغى صديقا بلا عيب عاش وحيدا . من ابتغى زوجة بلا نقص عاش أعز با
"Siapa yang ingin mencari teman yang sempurna (tanpa aib), hidupnya akan sendirian (karena tiada teman yang sempurna). Siapa yang ingin mencari istri yang sempurna (tanpa kekurangan), hidupnya akan jomblo (karena tiada istri yang tanpa kekurangan)."
إذا أخذ الله منك مالم تتوقع ضياعه . فسوف يعطيك مالم تتوقع تملكه
"Jika Allah mengambil sesuatu darimu yang tak kau sangka, kelak Allah akan memberimu sesuatu yang tak kau sangka kau miliki." (OL-14)
Telusuri fakta sejarah Isra Mikraj. Mengapa ada perbedaan pendapat ulama soal tanggal 27 Rajab? Simak ulasan mendalam berdasarkan kitab otoritatif.
IBLIS diriwayatkan pernah menjerit kesakitan sebanyak empat kali. Apa saja empat waktu istimewa itu yang mempu membuat Iblis kesakitan?
Puasa enam hari Syawal harus berurutan atau boleh terpisah, hukum membatalkan puasa Syawal, dan saat silaturahmi sebaiknya melanjutkan puasa Syawal atau boleh dibatalkan.
FIKIH puasa kali ini membahas empat permasalahan yang banyak dipertanyakan umat Islam. Persoalan itu ialah hukum ngupil saat puasa, merokok saat puasa, isap asap rokok teman, dan tes swab.
ADA orang saat berpuasa tidak sengaja menelan air kumur saat berwudu, kemasukan air saat mandi, dan lupa berpuasa lalu makan. Puasa mereka itu tergolong sah atau batal?
Saat puasa, boleh sang ibu mengunyahkan makanan untuk bayinya? Apakah hal itu membatalkan puasa atau tidak?
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
BNPT mengunjungi pondok pesantren asuhan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025).
PIMPINAN Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) bertema 'Menggokohkan Peradaban Melahirkan Cendekiawan dan Ulama Berakhlak Mulia'.
PCNU Kabupaten Tasikmalaya menyerukan agar seluruh masyarakat menahan diri agar tidak terjadi konflik horizontal dan perpecahan
DIREKTORAT Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk pertama kalinya menggelar Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) tingkat Internasional.
MAJELIS Masyayikh mengingatkan pentingnya penerapan standar mutu tinggi dalam penyusunan jenjang lanjutan pendidikan tinggi pesantren.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved