Kamis 26 Januari 2023, 10:15 WIB

PPKM Sudah Dicabut, Ini Rekomendasi PB IDI

Meilani Teniwut | Humaniora
PPKM Sudah Dicabut, Ini Rekomendasi PB IDI

MI/USMAN ISKANDAR
Warga mendapatkan suntikan vaksin covid-19 booster ke-2 (dosis keempat) di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/1).

 

PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Rabu (25/1) mengeluarkan rekomendasi terkait covid-19, mengingat pelaksanaan PPKM telah dicabut oleh pemerintah. 

Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Erlin Burhan mengatakan meskipun pelaksanaan PPKM telah dicabut oleh pemerintah, warga diminta tetap mendapatkan vaksinasi keempat atau booster kedua karena merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proteksi bagi masyarakat. 

Lebih lanjut, Erlina menjelaskan, perjalanan pandemi covid-19 ini tidak terduga, seperti halnya peningkatan kasus di Tiongkok dan Jepang. 

Baca juga: Dokter Pastikan Vaksin Booster Kedua Beri Perlindungan dari Risiko Gejala Berat

"Memang unpredictable banget karena virusnya terlalu involving, selalu berubah dan berotasi inilah yang kemudian mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus di beberapa negara contohnya Tiongkok, Jepang, Brasil, dan Jerman bahkan Korea Selatan," ungkapnya. 

Secara umum, menurut data vaksinasi yang terkumpul sampai dengan 24 Januari 2023, vaksin ketiga atau booster pertama mengalami penurunan dibandingkan dengan vaksin sebelumnya.

Erlina mengungkapkan vaksin covid-19 dosis pertama terhitung diterima oleh 204.195.695 atau 87.02%, sedangkan vaksin kedua terhitung 175.016.065 atau 74,58% sementara itu vaksin ketiga atau booster pertama 69.216.929 atau 29,50% 

"Vaksinasi ketiga ini atau booster yang pertama kelihatan kita stagnan, slow banget kenaikannya. Setelah beberapa bulan hanya 69 jutaan atau 29,50%. Memang kenaikan vaksin ketiga ini sangat-sangat pelan. Nyaris stagnan dan ini sudah lama angka 25% untuk mencapai 29% ini hampir satu tahun belum juga kelewat 30%," ucap Erlina dalam media Breafing secara virtual, Rabu (25/1).

Karenanya, PB IDI mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat yaitu:    

  • Meningkatkan cakupan vaksinasi covid-19 booster kesatu di pusat pelayanan vaksinasi terdekat bagi masyarakat agar memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi booster kedua
  • Memperbaiki program vaksinasi covid-19 booster (logistik dan kemudahan akses ) agar cakupan vaksin booster ke-2 bisa lebih cepat dan lebih tinggi
  • Tetap berupaya menjaga protokol kesehatan
  • Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) mulai dari diri sendiri dan keluarga
  • Memperketat protokol kesehatan bagi masyarakat yang berinteraksi dengan pendatang dari negara dengan kasus yg tinggi.

Erlina juga mengingat kembali, meskipun PPKM sudah dicabut jika berada di tengah keramaian, warga diminta tetap menggunakan masker. 

Selain itu, jika berada di ruangan tertutup dan tidak ada ventilasi sama sekali, sebaiknya juga tetap menggunakan masker. (OL-1)

Baca Juga

MI/USMAN ISKANDAR

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab bagi Pramugari

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 12:55 WIB
WAKIL Presiden Ma'ruf Amin menyebut aneh terkait informasi yang mengatakan adanya maskapai penerbangan di Indonesia yang melarang...
MI/ Bagus Suryo

Polisi Amankan Mantan Anggota DPRD Terkait Dugaan Pencabulan Balita

👤Yohanes Manasye 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 12:10 WIB
Hingga sepekan usai kejadian, polisi belum menetapkan tersangka karena kasus tersebut masih dalam proses...
ANTARA/ Mohammad Hamzah

Visa Transit Empat Hari Tak Bisa untuk Haji

👤Dinda Shabrina 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 11:50 WIB
Pemegang visa transit dapat tinggal di Arab Saudi selama empat hari dan durasi visa adalah tiga bulan. Visa itu gratis dan dikeluarkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya