Selasa 24 Januari 2023, 11:54 WIB

Dokter Pastikan Vaksin Booster Kedua Beri Perlindungan dari Risiko Gejala Berat

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Dokter Pastikan Vaksin Booster Kedua Beri Perlindungan dari Risiko Gejala Berat

MI/RAMDANI
Warga mengikuti vaksin Covid-19 dosis keempat atau booster kedua di Kantor Sekretarian RW.04, Kedoya Utara, Jakarta Barat, Selasa (24/1).

 

DOKTER spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jawa Tengah Indah Rahmawati mengatakan vaksinasi dosis penguat atau booster kedua bermanfaat untuk memberikan perlindungan dari risiko gejala berat dan risiko rawat inap bagi masyarakat.

"Booster kedua akan memberikan perlindungan optimal bagi mereka yang telah divaksin lengkap," kata Indah Rahmawati ketika dihubungi, Selasa (24/1).

Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu menambahkan, masyarakat perlu mendukung program vaksinasi dosis penguat atau booster kedua bagi masyarakat umum itu.

Baca juga: Dinkes DKI Siapkan 60 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 untuk Booster Kedua

"Program booster kedua bagi masyarakat umum ini sangat perlu didukung dan diapresiasi karena sangat diperlukan untuk mencegah memberatnya gejala dan juga menurunkan risiko rawat inap, mengingat pada saat ini pandemi covid-19 belum berakhir," katanya.

Dia juga menambahkan edukasi dan sosialisasi mengenai dosis booster kedua ini harus terus ditingkatkan guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai manfaat pemberian vaksinasi.

"Edukasi dan sosialisasi diperlukan untuk mengingatkan bahwa booster kedua diperlukan guna meningkatkan kadar antibodi, jika pemberian booster pertama dilakukan sudah lebih dari enam bulan, terdapat kemungkinan kadar antibodi sudah menurun sehingga perlu kembali ditingkatkan dengan booster," katanya.

Dia juga mengatakan vaksinasi booster kedua diperlukan bagi kelompok lansia dan mereka yang memiliki komorbid.

"Jika komorbidnya terkontrol dan terkendali, vaksinasi dapat dilakukan, selain itu sebelum vaksin juga dapat konsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai penyakit penyerta atau komorbid yang diderita," katanya.

Sementara itu, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meminta masyarakat agar segera mendapatkan vaksinasi covid-19 booster kedua guna memberikan proteksi maksimal dari risiko penularan covid-19.

"Kemenko PMK mengajak masyarakat untuk mendukung program vaksinasi dosis penguat atau booster kedua bagi masyarakat umum," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto.

Agus menjelaskan vaksinasi covid-19 dosis booster kedua dapat diberikan kepada semua masyarakat umum usia 18 tahun ke atas mulai 24 Januari 2023 tanpa menunggu tiket atau undangan. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

Guru Besar Unhas: BPA Berbahaya Buat Manusia dan Lingkungan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 19:11 WIB
Bahan pangan yang tercemar zat BPA berlebih dan dikomsumsi akan menyebabkan terganggunya sistem kardiovaskular dan sistem reproduksi dan...
MI/Arnold Tanti.

Perlu Aturan Platform Bentuk Ekosistem Bisnis agar Jurnalisme Berkualitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:00 WIB
Pemerintah melihat akar persoalannya dari model bisnis atau ekosistem bisnis yang tidak sehat antara platform dengan...
Antara/Aditya Pradana Putra.

Kualitas Perfilman Indonesia Menguat, Kemendikbudristek Jajaki Dana Belanda

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 17:40 WIB
Terbaru, tujuh film Indonesia terpilih tayang pada salah satu festival film bergengsi internasional, yaitu International Film Festival...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya