Kamis 26 Januari 2023, 09:45 WIB

Orangtua Diingatkan tidak Berikan Anak MPASI Dini

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Orangtua Diingatkan tidak Berikan Anak MPASI Dini

Unsplash
Ilustrasi

 

DOKTER yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia Cabang DKI Jakarta Raissa Edwina Djuanda tidak menyarankan anak-anak mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI dini karena belum mampu menyerap makanan yang diberikan.

"Kadang-kadang ada yang umur empat bulan itu sudah MPASI, padahal anaknya juga belum bisa menyerap banget makanan yang diberikan. Jadi MPASI mulai dari enam bulan," ujar Raissa, dikutip Kamis (26/1).

Raissa mengatakan, anak usia di bawah enam bulan sebaiknya masih diberikan ASI. Pasalnya, saluran cerna mereka pun belum siap sehingga pemberian MPASI pada usia itu bisa berisiko menyebabkan mereka tersedak dan bahkan kolik.

Baca juga: Pengenalan Makanan Padat Mendorong Bayi Berhenti Konsumsi ASI

"Ada gangguan misalnya anak sering banget kolik. Mungkin karena sudah terlalu dini diberikan MPASI. Ada risiko tersedak hingga kematian pada anak, jadi bahaya juga," kata dia.

Kemudian, saat anak mencapai usia enam bulan, perhatikan tekstur MPASI. Anak usia enam bulan sampai delapan bulan dapat diberikan bubur halus dua hingga tiga kali sehari, lalu ditingkatkan menjadi bubur saring sampai bubur kasar. 

Selain bubur, anak juga bisa diberikan buah yang dihaluskan sebanyak satu hingga dua kali per hari dan ASI diteruskan.

Lalu, pada anak usia sembilan hingga 11 bulan, dapat diberikan bertahap mulai bubur tim saring sampai nasi tim sebanyak tiga hingga empat kali sehari. 

Berikan jenis makanan yang lebih bervariasi, bisa juga buah yang dihaluskan satu hingga dua kali per hari, dengan ASI diteruskan.

Pada anak usia enam bulan hingga 11 bulan, jumlah yang diberikan setiap makan sekitar 125 mililiter atau setengah gelas sebagai target, namun tidak boleh dipaksakan melainkan sesuai keinginan anak.

Sementara, pada anak usia 12 bulan sampai 23 bulan, sudah bisa diberikan nasi tim hingga makanan keluarga. Jumlah yang dapat ditingkatkan menjadi 175 mililiter hingga 250 mililiter, namun tidak boleh dipaksakan dan sesuai keinginan anak.

Raissa mengingatkan, komposisi makanan sebaiknya tetap memperhatikan gizi seimbang yakni memasukkan karbohidrat, protein, lemak sebagai tiga komponen utama, ditambah zat besi.

"Jangan lupa zat besi terutama didapatkan dari protein hewani. Itu dia penting sekali protein hewani pada anak yang mulai MPASI," ujar Raissa. (Ant/OL-1)

Baca Juga

DOK Kemenko PMK

Menko PMK: Dana Penanggulangan Kemiskinan Tidak Sampai Rp500 Triliun

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 Januari 2023, 23:29 WIB
DANA yang telah dikeluarkan pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan dalam arti yang spesifik, hingga kini tidak sampai Rp500...
Dok. Labschool Jakarta

Asah Kreativitas dalam Karya dan Kompetisi, SMP Labschool Kebayoran Kembali Gelar ACEX

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 22:52 WIB
Kegiatan yang rutin diadakan tersebut, tidak hanya memberikan ruang untuk berkarya dan berekspresi, tapi juga mengapresiasi tumbuh...
Ist

Kemenkes: Penting Deteksi Dini Tangani Penyakit Kusta

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 22:25 WIB
Kondisi disabilitas pada penderita kusta bisa terjadi bila penyakit kusta tidak segera diobati sehingga mengakibatkan kerusakan saraf...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya