Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim menyampaikan permohonan maaf bila skor Programme for International Student Assessment (PISA) di tahun 2023 belum bisa membaik. Hal itu sudah diprediksinya, sehingga dia meminta masyarakat tidak banyak berharap.
"Jadi mohon maaf kalau saya mengecewakan. Tapi saya lebih baik realistis sekarang. Tidak mungkin 2, 3 tahun itu bisa naik (PISA). Itu butuh waktu lebih panjang apalagi terpukul dengan pandemi," ucapnya dalam rapat bersama Komisi X kemarin, Selasa (24/1).
Menurut Nadiem, penyebab utama skor PISA Indonesia belum bisa naik karena adanya pandemi covid-19 selama 3 tahun. Pandemi sudah menyebabkan learning loss, sehingga dirinya memprediksi skor PISA tidak mungkin naik di tahun 2023.
Baca juga: Amendemen Kigali Dorong Industri Lebih Ramah Lingkungan
Baca juga: Kemendikbud-Ristek Pastikan Harga Produk di Aplikasi SIPLah Tetap Kompetitif
"Sangat kecil kemungkinan angka PISA kita akan menjadi lebih baik di saat ini. Dan dampak yang kita lakukan saat ini dilihatnya bertahun-tahun, 4, 5, 7 tahun ke depan. Itu yang sebenarnya waktu time frame dari transformasi pendidikan," sebutnya.
Untuk itu, agar bisa mengukur capaian di sektor pendidikan tentu saja harus menggunakan matrik lain. "Jadi selama saya masih di jabatan ini, sangat sulit menggunakan angka PISA. Saya harus gunakan matrik lain untuk mengukur kita mengarah ke arah yang tepat," tambahnya.
Adapun, skor PISA Indonesia pada tahun 2018 berada pada posisi sangat memprihatinkan. Bahkan, skor tersebut tidak mencapai rata-rata negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Hasil survei PISA 2018 menempatkan Indonesia di urutan ke-74 alias peringkat keenam dari bawah. Kemampuan membaca siswa Indonesia di skor 371 berada di posisi 74, kemampuan Matematika mendapat 379 berada di posisi 73, dan kemampuan sains dengan skor 396 berada di posisi 71. (H-3)
Menjawab pertanyaan silang dari Nadiem Anwar Makarim di persidangan, mantan Dirjen PAUD Dikdasmen Hamid Muhammad menegaskan pandangannya tentang integritas mantan atasannya tersebut.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Sidang kasus dugaan korupsi di Kemendikbudristek Kembali bergulir, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/1).
Laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yakni https://pip.kemendikbudristek.com/ merupakan portal informasi resmi.
PENETAPAN tersangka dan penahanan Nadiem Anwar Makarim oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada 4 September 2025 menguji kedewasaan kita membaca perkara korupsi pada sektor pendidikan.
Budi menjelaskan KPK masih menangani dugaan korupsi pengadaan Google Cloud karena kasus tersebut berbeda dengan kasus yang sedang ditangani Kejagung
Optimisme ini mencakup pergeseran budaya dari militeristik menuju civilian policing (kepolisian sipil) yang lebih mengedepankan pelayanan publik.
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) optimistis kinerja perseroan akan terus membaik seiring berjalannya transformasi perusahaan.
Hingga Oktober 2025, Asuransi Jasindo mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp3,27 triliun atau tumbuh 10,95% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Penyesuaian institusional yang mendasar akan mampu memulihkan dan menjaga kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Reputasi institusi kepolisian kerap meningkat pada momen tertentu, namun bisa menurun drastis ketika muncul kasus yang menyentuh rasa keadilan publik.
Zeta Bags memasuki babak baru melalui grand re-opening butik flagship dengan identitas segar bertema House of Zeta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved