Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menyayangkan fenomena ratusan remaja SMP dan SMA yang meminta dispensasi untuk menikah di usia dini yang terjadi di Ponorogo Jawa Timur. Hal tersebut akan menimbulkan banyak masalah kesehatan ibu dan anak maupun masa depan pendidikan mereka.
"Sangat menyayangkan kejadian tersebut karena anak-anak usia sekolah tidak seharusnya mengalami kejadian yang tidak dihendaki oleh semua orang, yang seharusnya bisa dicegah dan dihindari," kata Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Muhammad Adib Machrus saat dihubungi, Minggu (15/1).
Pelajar putri yang terlanjur hamil akan terpaksa memperhatikan kehamilannya karena ada janin yang harus dirawat dan dipenuhi kebutuhannya. Lantaran itu, membuatnya harus memilih antara meneruskan sekolah atau menikah dan merawat bayinya. Kehamilan itu menyebabkan munculnya kebutuhan gizi, nutrisi, dan lain-lain yang harus dipenuhi di masa pertumbuhannya.
Ini bukan hanya menjadi persoalan dirinya, keluarganya, masyarakat sekitar tetapi juga menjadi masalah untuk bangsa ini.
Adib mengatakan fenomena kehamilan tidak diinginkan pada anak bisa terjadi di mana saja dan terhadap siapa saja. Terdapat beberapa provinsi yang memiliki prevalensi perkawinan anak yang cukup tinggi seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Sulawesi Selatan.
"Kehamilan yang tak diinginkan ini menjadi salah satu faktor utama bagi hakim untuk mengabulkan permohonan dispensasi nikah bagi anak-anak di pengadilan," ucapnya.
Pencegahan sudah dilakukan oleh kemenag seperti melakukan pembahasan dengan stakeholder untuk melaksanakan program bersama seperti memberikan bimbingan untuk remaja sekolah. Program ini memberi bekal pengetahuan dan keterampilan bagi anak usia sekolah agar memperkuat karakter dan memiliki motivasi kuat dan tinggi untuk menuntaskan wajib belajarnya hingga pendidikan tingginya.
"KUA di kecamatan bersama-sama stakeholder lainnya memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kepada keluarga dan tokoh masyarakat. Kita memahami bahwa praktik perkawinan anak antara lain juga didorong oleh adanya tradisi atau pemahaman keagamaan tertentu," ucapnya.
Kemenag juga mendorong orang tua untuk mendidik dan membimbing anaknya serta memotivasi mereka untuk menuntaskan pendidikan menengah hingga perguruan tinggi. Perkawinan anak ini merupakan persoalan bersama sehingga perlu diselesaikan bersama.
"Bagaimana pun perkawinan anak ini harus dihapuskan karena nyata-nyata merugikan semuanya dan menjadi persoalan bangsa ini. Antara perkawinan anak, kematian ibu dan bayi, stunting, serta kemiskinan berhubungan erat," pungkasnya. (H-1)
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) dan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) mengampanyekan pentingnya pencatatan pernikahan kepada masyarakat.
KPK memanggil saksi lain sebelum memeriksa tersangka kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) sebelum memeriksa Yaqut Cholil Qoumas.
Dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga mencakup sumber-sumber lainnya.
KPK didesak mengusut tuntas aliran dana dugaan korupsi kuota haji Kemenag 2023–2024 yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp1 triliun.
Angka ini melampaui target yang ditetapkan Bappenas, yaitu 1,3 juta pegawai.
Kemenag telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) PMBM sebagai acuan pelaksanaan seleksi di seluruh madrasah.
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved