Rabu 11 Januari 2023, 19:15 WIB

Untuk Pertahankan Eksistensi, Penerbit Harus Lakukan Kreativitas

mediaindonesia.com | Humaniora
Untuk Pertahankan Eksistensi, Penerbit Harus Lakukan Kreativitas

Ist
Manajer Marketing Group Prenada Media, Endah M (kanan).

 

PENERBIT harus kreatif dalam mempertahankan eksistensinya untuk menerbitkan buku-buku yang menjadi andalan untuk penjualan.

Kreativitas jadi kunci untuk terus menerbitkan buku, sehingga dunia perbukuan Indonesia tetap maju di tengah persaingan melawan digitalisasi di berbagai bidang.

“Memang situasi perbukuan nasional cukup berat, termasuk buku-buku perguruan tinggi. Meski demikian, kita terus mencari terobosan-terobosan baru sehingga mampu bertahan,” ujar Manajer Marketing Group Prenada Media, Endah M, dalam perbincangan dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat – Akademi Televisi Indonesia  (LPPM-ATVI), baru-baru ini.

Dalam perbincangan yang ditayangkan di kanal Youtube LPPM ATVI ini, Endah menjelaskan, pihaknya  mendatangi kampus-kampus di seluruh Indonesia, untuk menemui para dosen yang juga penulis, mendatangi kementerian, lembaga–lembaga negara, BUMN, maupun perorangan yang akan menulis buku.

 “Dengan ‘jemput bola’ kita akan mendapat naskah bagus, juga peluang kerja sama penerbitan,” katanya.

Baca juga: Komunitas Utan Kayu Rilis Buku Membaca Goenawan Mohamad

Ketika buku dari dosen suatu perguruan tinggi, biasanya peluncuran  atau bedah buku dilakukan di kampus tersebut.

Dengan demikian,  civitas akademika kampus mengetahui  adanya penerbitan suatu buku  yang dibutuhkan bukan hanya di kampus bersangkutan tapi juga kampus lain di Indonesia, misalnya buku komunikasi, hukum, sosial, dan tema lainnya.

“Pada acara tersebut kami menggelar pameran kecil dan mengadakan penjualan langsung dengan potongan harga atau diskon, baik bagi dosen maupun mahasiswa," jelasnya.

Diakui Endah M yang sudah lebih 25 tahun bergelut di dunia penerbitan buku, beberapa tahun ini, terutama ketika pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia dan Indonesia juga terdampak, maka penerbitan buku merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak. Situasi ini ditambah dengan berkembangnya internet dan digitalisasi yang membuat penerbtan buku cetak sangat terdampak.

 “Ada celah yaitu penerbitan melalui flatfoms digital atau e-book, tapi potensinya masih kecil,” katanya.

Lebih lanjut dikemukakan Endah, event-event pameran buku berskala besar juga sangat bermanfaat buat penerbit untuk mempromosikan buku-bukunya, misalnya Islamic Book Fair (IBF) yang memang serig ditunggu-tunggu pencinta buku di Tanah Air.

“Pemeran IBF atau Islamic Book Fair sangat bagus, Karena animo  pengunjung yang besar dari berbagai kalangan, berdampak sangat positif pada penjualan, disamping kita promosikan buku-buku baru,” ungkat Endah yang juga Pengurus IKAPI ini.

Endah mengaku bersyukur, sebab Group Prenada Media masih terus menerbitkan buku-buku teks perguruan tinggi yang dibutuhkan masyarakat, khususnya kalangan perguruan tinggi, sehingga ikut membantu proses peningkatan mutu pendidikan tinggi  di Indonesia.

 “Buku kami, baik di bidang ekonomi, komunikasi, hukum, dan bidang lain, sering jadi bahan bacaan wajib. Kami senang sekali,” ungkapnya.

Namun demikian, kegalauan tidak bias dipungkiri dalam menghadapi naik-turunnya penjualan buku yang diterbitkan Prenada, terutama soal pembajakan.

“Pembajakan buku walau bagaimana pun akan merusak rantai proses penerbitan dan penjualan buku, sementara mereka para pelaku pembajakan buku dengan seenaknya mengambil jalan pintas untuk kepentingan keuntungan mereka," kata Endah.

Ia juga mengusulkan pihak yang berwenangan agar terus mengupayakan pemberantasan pembajakan buku.

Untuk menghadapi pembajakan itu, kata Endah pihaknya mengambil berbagai cara, misalnya memberi diskon harga yang bagus kepada mahasiswa dan dosen.

Selain it terus mengkampanyekan bahwa membeli buku bajakan merusak dan membahayakan dunia perbukuan Indonesia.

Pengalaman 25 tahun

Saking asyiknya terjun dalam dunia perbukuan, tak terasa, Endah sudah merasakan suka dukanya bekerja di dunia penerbitan.

Meskipun bidang perbukuan ini sejak awal tidak terkait dengan latar belakang pendidikannya yang mengambil keahlian sebagai sekretaris.

“Pada saat saya kuliah dan butuh untuk kelencaran biaya, ada pekerjaan di bidang perbukuan. Meski dunia penerbitan itu adalah bukan keinginan karena kuliah yang saya geluti itu bidangnya jauh beda gitu," jelasnya.

"Tapi karena kebutuhan hidup untuk kuliah dan tidak  ada dananya mau tidak mau kan harus kerja . Pada saat itu yang ada lowongan di dunia penerbitan, namanya penerbit Rajawali Pers,” ungkap Endah dan akhirnya hingga kini tak beranjak dari dunia penerbitan.

Diungkapkan Endah, banyak kesenangan ternyata di dunia penerbitan. Dirinya pun banyak mengenal dan belajar para penulis yang kebanyakan dosen dan praktisi.

“Mereka semua orang yang pandai, jadi saya pun banyak mengambil ilmu dari mereka para penulis,” katanya.

Paling sering, para penulis merasa buku yang diterbitkannya itu laris manis dan kurang percaya dengan laporan penjualan yang kita buat.

”Tapi dengan penjelasan dan memberikan data penjualan, akhirnya penulis itu mengerti,” katanya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. LPPOM MUI

Peran Aktif LPPOM MUI dalam Ekosistem Halal RI

👤Dinda Shabrina 🕔Selasa 31 Januari 2023, 07:00 WIB
LPPOM MUI terus mendorong perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah produknya, agar dapat bersaing secara nasional dan melaju ke kancah...
DOK Kemenko PMK

Menko PMK: Dana Penanggulangan Kemiskinan Tidak Sampai Rp500 Triliun

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 Januari 2023, 23:29 WIB
DANA yang telah dikeluarkan pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan dalam arti yang spesifik, hingga kini tidak sampai Rp500...
Dok. Labschool Jakarta

Asah Kreativitas dalam Karya dan Kompetisi, SMP Labschool Kebayoran Kembali Gelar ACEX

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 22:52 WIB
Kegiatan yang rutin diadakan tersebut, tidak hanya memberikan ruang untuk berkarya dan berekspresi, tapi juga mengapresiasi tumbuh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya