Kamis 29 Desember 2022, 11:40 WIB

Cara Menghitung Zakat Akhir Tahun dan Waktu yang Tepat

Joan Imanuella Hanna Pangemanan  | Humaniora
Cara Menghitung Zakat Akhir Tahun dan Waktu yang Tepat

ANTARA FOTO/Paramayuda
Ilustrasi pembayaran zakat

 

ZAKAT akhir tahun adalah zakat yang dikeluarkan setiap akhir tahun masehi maupun hijriah. Zakat meliputi harta berupa emas/perak, saham, investasi, tabungan, harta dari usaha perdagangan, usaha perdagangan hewan ternak atau jika Anda memiliki perusahaan yang sudah berjalan selama 1 tahun.

Salah satu syarat wajib zakat adalah harta tersebut telah dimiliki atau telah diusahakan selama setahun oleh muzakki atau dalam bahasa Arabnya adalah telah berlalu satu haul.

Biasanya mereka akan memilih di antara bulan-bulan Hijriah karena tidak harus di bulan Muharram, Rabi’ul Awal, Rajab, Sya’ban atau Ramadhan karena zakat wajib ditunaikan pada saat harta tersebut telah berlalu satu tahun dan sampai nisab. Artinya, kalau dimulainya Ramadhan, berarti nanti membayar zakatnya pada bulan Ramadhan, jika bulan Muharram berarti juga bulan Muharram.

Di zaman sekarang, sebagian ulama berpendapat tidak masalah jika dalam penghitungannya mengacu pada tahun masehi.

a. Zakat emas/perak

“Tidak ada seorangpun yang mempunyai emas dan perak yang dia tidak berikan zakatnya, melainkan pada hari kiamat dijadikan hartanya itu beberapa keping api neraka dan disetrikakan pada punggung dan jidatnya.” (HR. Muslim)

Nisab:  Emas: 85 gr | Perak: 595 gr

Rumus :  2,5 % x nilai harga emas/perak melebihi kadar nishab

b. Zakat tabungan

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS At -taubah ayat 103

Nisab : 85 gr emas

Rumus: Saldo akhir – bunga (jika di bank konvensional) x 2,5 %

c. Zakat perdagangan

“Dari Samurah Bin Jundub mengatakan : Rasulullah saw memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk diperdagangkan.” (HR. Abu Dawud)

Nisab Zakat Perdagangan: 85 gr emas

Rumus: Nilai harga barang yang belum terjual/modal yang diputar + Laba + Piutang lancar– hutang jatuh tempo x 2.5%

d. Zakat investasi penyewaan asset

Ayat-ayat Al-Qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam QS. At-Taubah: 103, QS. Al-Baqarah: 267, dan QS. Adz-Zaariyat: 19

Nisab: dianalogikan dengan zakat pertanian yaitu setara nilai 520 kg beras

Haul: tidak ada haul dikeluarkan saat mendapatkan hasilnya

Kadar: Para ulama kontemporer seperti Abu Zahrah, Abdul wahab Kholaf, Yusuf Qordhowi menganalogikannya kedalam zakat pertanian yaitu dikeluarkan saat menghasilkan dari hasilnya, tanpa memasukkan unsur modal dengan tarif 5 % untuk penghasilan kotor dan 10 % untuk penghasilan bers

Rumus: keuntungan hasil penyewaan aset – biaya operasional x 10 %.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Jamkeswatch: Hentikan pembahasan RUU terkait BPJS Kesehatan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 13:44 WIB
Jamkeswatch mendesak DPR RI dan pemerintah menghentikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang mengatur kedudukan Badan...
DOK. ATVSI

Meriahkan HPN 2023, ATVSI Bagikan 500 STB untuk Warga Medan dan Deli Serdang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:57 WIB
Pembagian STB ini dilakukan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang yang merupakan tempat rangkaian Kegiatan dan puncak HPN 2023...
Instagram @realnugros

Ini Kata Dokter Soal Resep Awet Muda Tyo Nugros

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:30 WIB
Dokter kecantikan Abelina Dini Fitria berpendapat bukan hanya menghindari garam dan mecin, tapi juga perlu mengurangi asupan gula dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya