Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terhadap empat fenomena iklim yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem selama suasana Natal dan Tahun Baru. Potensi siaga dilakukan pada 21-23 Desember 2022 terhadap 12 provinsi dan pada 24 Desember 2022 potensi siaga dilakukan di tiga provinsi.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menjelaskan BNPB sudah siap menghadapi bencana hidrometerologi basah seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, gelombang pasang atau gelombang tinggi. "Kita dari Oktober lalu sudah berkoordinasi dengan 34 provinsi kecuali 3 provinsi baru di Papua karena untuk September-Oktober catatan BNPB khususnya Oktober frekuensi bencana hidrometerologi basah paling tinggi sampai dengan hari ini," kata Abdul saat dihubungi pada Rabu (21/12).
"Dibanding Desember, Oktober itu bahkan sampai terjadi 156 kali bencana hidrometrologi basah," tambahnya. BNPB sudah menyampaikan koordinasi tersebut dari Oktober karena frekuensi hidrometeorologi jauh lebih kuat dibandingkan dengan sampai hari ini.
"Di Oktober dampak hidrometeorologi basah terhadap korban yang meninggal dalam 1 minggu sampai 13 orang, sehingga benar-benar koordinasi kita pertajam sekali dengan daerah," jelas Abdul.
Pada dasarnya memang saat ini Indonesia sudah masuk fase musim hujan yang sebenarnya. BNPB juga sudah menyampaikan ke Pemerintah Daerah, BPBD, Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk menyiapkan alat, perangkat, dan personil, terlebih dengan adanya bencana di Cianjur dan awan panas Semeru," ucapnya.
Aspek-aspek kesiapsiagaan itu sudah BNPB koordinasikan dengan Pemerintah Daerah tidak hanya untuk menyambut natal dan tahun baru ini, tetapi sudah dari September lalu. "Pada 11 November lalu kita sudah melakukan apel kesiapsiagaan tingkat nasional yang direpresentasikan oleh BNPB, BPBD DKI, BPBD Jawa Barat dan BPBD Banten yang dipimpin oleh Menko PMK. Jadi ini sebenarnya sudah rangkaian dari koordinasi kesiapsiagaan kita dengan daerah sampai nanti sesuai prediksi BMKG di akhir Maret nanti di ujung musim hujan 2023," pungkas Abdul. (H-1l)
Bencana hidrometeorologi kembali terjadi di Kabupaten Tabanan. Sebuah rumah warga di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, dilaporkan ambruk setelah dihantam air bah.
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved