Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
EPIDEMIOLOG Universitas Indonesia (UI) Masdalina Pane menilai status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Pidie, Aceh, dapat dicabut jika sudah tidak ada lagi kasus polio di daerah tersebut.
"Status KLB dicabut jika tidak ditemukan kembali kasus positif polio selama beberapa waktu," ujar Masdalina saat dihubungi, Senin (5/12).
Ditemukan satu kasus positif konfirmasi polio, maka langsung bisa ditetapkan sebagai KLB. Cara menghentikan KLB jika seluruh prosedur pengendalian sudah dilakukan. Seperti, Sub Pekan Imunisasi Nasional (SUB PIN) 2 putaran.
Baca juga: Fenomena Gunung Es Polio akibat Cakupan Imunisasi Turun
Lalu, pemeriksaan air apakah mengandung polio atau tidak, kemudian dilakukan surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP) atau lumpuh layu. Pemerintah setempat melakukan surveilans terhadap pasien lumpuh layu minimal 2 kasus dari 100 ribu penduduk.
Kemudian, setiap pasien AFP yang di bawah 15 tahun diperiksa tinja. Jika hasil dari pemeriksaan tersebut lumpuh layu, bukan disebabkan polio, sehingga bisa sudah dikatakan aman dari satu sisi.
"Sehingga eradikasi bukan hanya penyakit yang dihilangkan, tapi juga virus penyebabnya. Tanda virus sudah hilang jika sudah tidak ditemukan kasus lagi. Termasuk di lingkungan dan pasien AFP, " imbuh Masdalina.
Baca juga: Gejala Polio dan Cara Pencegahannya
SUB PIN polio di Kabupaten Pidie masih dilakukan. Hingga hari ke-5 SUB PIN Polio (3/12), sebanyak 62.207 anak sudah diimunisasi. Sehingga, tersisa 29.277 anak atau 30% yang belum diimunisasi dari 91.484 anak.
Pj Bupati Kabupaten Pidie Wahyudi Adi Siswanto menyatakan optimismenya terkait target capaian riil 91.484 anak mendapat imunisasi polio, yang dalam 1-3 hari ini bisa dituntaskan.
"Alhamdulillah hingga hari kelima imunisasi polio di Kabupaten Pidie, telah berhasil menyasar 62.207 anak, sehingga tersisa 29.277 anak lagi yang mesti diimunisasi polio," jelas Wahyudi.(OL-11)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved