Kamis 24 November 2022, 09:15 WIB

Dokter Hewan Ingatkan Vaksinasi Penting untuk Anabul

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Dokter Hewan Ingatkan Vaksinasi Penting untuk Anabul

ANTARA/Maulana Surya
Dokter hewan menyuntikkan vaksin rabies pada seekor kucing di Kadipiro, Solo, Jawa Tengah.

 

VAKSINASI bukan cuma penting untuk manusia, tetapi juga untuk kesehatan binatang piaraan atau yang kini biasa disebut anabul atau anak bulu. Hal itu diungkapkan dokter hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Muhammad Reza Ramadhani.

Reza mengatakan, ketika memelihara hewan, konsep yang harus dipahami sejak awal adalah hewan bukan 'barang', melainkan 'makhluk hidup', sehingga aspek kesehatan pun jadi sorotan.

"Maka, pemberian vaksinasi untuk kesehatan hewan akan menjadi hal mendasar juga yang akan dilakukan," kata Reza melalui surel, Kamis (24/11).

Baca juga: Cara Menghilangkan Kutu Anjing

Sama seperti efeknya untuk manusia, vaksinasi pada hewan diberikan untuk meningkatkan ketahanan tubuh menghadapi berbagai penyakit.

Ketika virus-virus penyakit menyerang, hewan piaraan seperti kucing dan anjing yang sudah mendapatkan vaksin bisa menghadapinya.

"Pun apabila terkena, kemungkinan untuk pulih akan lebih besar," ujar Reza.

Vaksin yang bisa diberikan kepada kucing, misalnya, meliputi vaksin rabies untuk melindungi dari virus rabies, kemudian vaksin Feline Calicivirus untuk melindungi dari virus yang menyebabkan saluran pernapasan terganggu, hingga vaksin FPV atau feline panleucopenia untuk melindungi dari virus Parvorirus yang mudah menular.

Selain vaksinasi, hewan piaraan seperti kucing dan anjing juga perlu diberikan obat anticacing dan antiektoparasit. 

Keduanya merupakan obat yang bebas dibeli dan dapat diaplikasikan sendiri. Namun, akan lebih baik bila dilakukan konsultasi dengan dokter hewan sebelumnya.

Dokter Hewan Direktorat Polisi Satwa, Kelapa Dua, Depok Nadia Kamila Putri menjelaskan memberikan obat anticacing pada hewan dapat membantu mencegah penularan penyebaran cacing ke manusia.

"Tentunya perlu diimbangi dengan minum obat anticacing bagi pemeliharanya juga, agar tidak menularkan cacing ke hewan piaranya," kata Nadia dalam surel.

Sementara itu, antiektoparasit (kutu), dapat membantu pencegahan parasit darah pada hewan piaraan. 

Menurut Nadia, penyakit parasit darah merupakan 'bom waktu' bagi hewan piaraan karena baru akan ketahuan ketika kondisinya sudah parah.

Penyakit ini disebarkan oleh kutu pada hewan. Namun, manusia tidak perlu khawatir karena kutu tidak menular ke manusia, tetapi tetap pada seseorang yang memiliki alergi, efeknya bisa menimbulkan rasa gatal atau ruam. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/HO

Lestarikan Budaya Nusantara, TNI AL Adakan Pagerlaran Wayang Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 09:24 WIB
Pagelaran Pandowo Boyong itu rencananya akan dilaksanakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Kamis (15/12)...
Dok. DPR RI

Revisi UU Pengolahan Sampah Diperlukan untuk Akomodasi Peran Swasta

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 08:59 WIB
Selain soal kontribusi investor swasta, ada hal lain yang perlu direvisi pada UU No. 18 Tahun 2008 ini. Terutama berkaitan dengan insentif,...
ANTARA/Rezza Estily

Mengenal Pupuk Organik Beserta Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 08:30 WIB
Pupuk organik adalah salah satu jenis pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya