Kamis 17 November 2022, 16:08 WIB

Songsong Indonesia Emas 2045, Ganjar: Kalangan Intelektual Harus Lebih Kolaboratif

mediaindonesia.com | Humaniora
Songsong Indonesia Emas 2045, Ganjar: Kalangan Intelektual Harus Lebih Kolaboratif

dok.unas
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, memberikan pembekalan pada acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Nasional (UNAS) Jakarta

 

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo, memberikan pembekalan pada acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Nasional (UNAS) Jakarta yang diselenggarakan di Plenary Hall JCC, Senayan, Jakarta Pusat.

Di hadapan 1.300 wisudawan dan wisudawati UNAS tahun ajaran 2021/2022, Ganjar menyampaikan ,dewasa ini yang terpenting dalam mempraktikkan sebuah ilmu adalah dengan melakukan kolaborasi untuk menghadapi ancaman resesi global 2023.

"Seluruh ilmu yang didapat di Kampus UNAS, saatnya untuk dipraktikkan. Tapi ingat, dunia sudah berubah maka saya ingatkan polanya tidak lagi kompetisi tetapi kolaborasi, maka bakat atau talenta menjadi penting," ujar Ganjar dalam keterangannya, Kamis (17/11/2022).

Meski Indonesia tergolong negara yang mampu bertahan ditengah ketidakstabilan ekonomi dunia akibat perang, namun perubahan geopolitik yang begitu cepat dapat menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia.

Terlebih, mata seluruh penduduk dunia saat ini sedang tertuju ke Indonesia yang menjadi tuan rumah KTT G20. Ganjar menyebut, kesempatan itu harus mampu dimanfaatkan seoptimal mungkin, salah satunya dengan menunjukkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berkompetitif.

"Saya kira dalam menyongsong situasi yang tidak mudah, maka penting membangun kemandirian. Dunia sedang tidak baik-baik saja dan kita harus antisipasi. Ilmu yang biasa-biasa saja tidak akan cukup, maka agar menjadi luar biasa harus berkolaborasi, pendekatannya multi disiplin," jelas Ganjar.

Peran institusi pendidikan, lanjut Ganjar, menjadi sangat penting untuk melahirkan kalangan intelektual. Sebab, institusi pendidikan sangat berperan dalam menentukan sikap dan karakter anak bangsa ke depannya.

Ganjar menambahkan, pemerintah sebagai pemangku kebijakan juga terus berupaya mendukung langkah-langkah seluruh pihak, termasuk pelajar dan mahasiswa agar mampu berdikari di banyak sektor kebangsaan dan kenegaraan.

Selain itu, konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digulirkan pemerintah juga harus diterapkan menjadi lebih fleksibel, adaptif dan dapat menyatu dengan perkembangan zaman untuk menuju Indonesia Emas 2045.

"Menuju 2045 menurut saya konsep Merdeka Belajar harus dipraktikkan, kurikulum lebih lincah, adaptif, metodenya harus baru dan praktik juga harus lebih banyak," ucap Ganjar.

"Perguruan tinggi harus bagaimana? Beri saja penugasan sektor, sub sektor. Mereka juga tidak bisa sendiri maka pemerintah memberikan stimulus, kolaborasinya dengan dunia usaha. Maka berdikari dalam bidang ekonomi bisa dilaksanakan dari kontribusi perguruan tinggi," sambung Ganjar. (OL-13)

Baca Juga: Unas Berkomitmen Membangun Peradaban dengan Identitas Bangsa

Baca Juga

Ist

Akademisi: Lawan Narasi Khilafah dengan Konsep Rahmatan Lil Alamin

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 November 2022, 23:17 WIB
Menurut dia, penerapan sistem kekhilafahan menurutnya bukanlah solusi mutlak sebagaimana yang dipromosikan termasuk dalam hal...
MI/BAYU ANGGORO

Duta Besar Tiongkok Untuk Indonesia Dorong PPID Berperan Menjadi Bangsa Pemenang

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 26 November 2022, 22:25 WIB
Lu Kang mengimbau para mahasiswa untuk terus menggalakkan serta menyuarakan pembangunan Indonesia yang...
Dok BMP

Bunda Merah Putih Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Gempa  

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 26 November 2022, 22:20 WIB
GERAKAN kemanusiaan dalam membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaksanakan Bunda Merah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya