Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif International Pediatric Association (IPA) Prof Aman B Pulungan mengatakan anak yang baru lahir perlu dilakukan skrining tiroid untuk mencegah disabilitas intelektual dan penurunan IQ.
"Publikasi di dunia, satu dari 2.000 sampai 2.500 kelahiran itu hipotiroid kongenital kalau tanpa diobati IQ-nya akan di bawah 70, disabilitas intelektual," kata Aman, dikutip Kamis (7/11).
Aman mengatakan, di Indonesia, satu dari 1.400 kelahiran bayi tidak di-skrinning sejak lahir dan rata-rata IQ-nya di bawah 70-80.
Pada saat anak beranjak dewasa, kemampuan menangkap informasi juga terganggu yang akhirnya menghambat cara belajarnya.
Anak dengan hipotiroid juga memiliki jantung yang lemah dan berisiko anemia.
Maka itu, ia mengatakan setiap pihak, baik pemerintah sampai orangtua, harus sadar akan pentingnya deteksi dini hiper dan hipotiroid untuk menyelamatkan kecerdasan anak dan kelangsungan hidup mereka di masa depan.
Namun tantangan yang perlu dihadapi untuk mencapai generasi tanpa hipotiroid adalah kondisi geografis Indonesia sehingga setiap rumah sakit bahkan di satu wilayah memiliki standarisasi yang berbeda-beda untuk penerapan skrinning pada bayi baru lahir.
"Indonesia adalah negara kepulauan paling besar di dunia. Di Jakarta, beberapa rumah sakit beda jadi membuat standarnya paling sulit. Secara sistem seharusnya bayi baru lahir langsung periksa lab dan begitu keluar hasil (hipotiroid) harus diterapi," kata Aman.
Aman mengatakan orangtua harus menyadari adanya benjolan yang teraba di antara nodul atau kelenjar tiroid sekitar leher, dari pemeriksaan itu anak harus segera periksa antibodi dan skintigrafi.
Di 2023 sudah ada 1,3 juta bayi yang di-skrinning hipotiroid atau sekitar 50% dan harapannya pada 2025 meningkat menjadi 80% dengan dukungan semua pemangku kepentingan baik pemerintah, rumah sakit hingga keluarga. (Ant/Z-1)
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Tenaga kesehatan dibekali keterampilan VIA–DoVIA dan penggunaan AI HerLens dengan materi mencakup materi klinis, praktik lapangan, serta quality assurance.
Layanan skrining ini meliputi SPOT-MAS 10 yang merupakan tes non-invasif untuk mendeteksi dini 10 jenis kanker, HPV DNA urine untuk skrining kanker serviks.
Cermata hadir sebagai solusi ilmiah untuk menjawab tantangan akses skrining mata konvensional yang masih terbatas, terutama di lingkungan sekolah dasar dan anak dengan disabilitas.
Kasus kanker di kalangan usia muda terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter dan pasien.
Kegiatan terdiri atas edukasi tentang menjaga kesehatan reproduksi, deteksi dini kanker payudara, dan kanker serviks yang disampaikan dengan Bahasa Indonesia dan Sunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved