Jumat 11 November 2022, 12:15 WIB

Orangtua Perlu Belajar Soal Tahap Tumbuh Kembang Anak

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Orangtua Perlu Belajar Soal Tahap Tumbuh Kembang Anak

Freepik
Ilustrasi

 

KETUA Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan tiap tahap tumbuh kembang anak memiliki masalah masing-masing dan hal tersebut harus dipelajari oleh orangtua.

"Memang anak itu punya problem di masing-masing usia, dia ada proses bertubuh dan berkembang," ujar Piprim, dikutip Jumat (11/11).

Piprim mengatakan, usia 0-1 bulan, adalah waktu di mana bayi butuh beradaptasi dari peralihan antara perut ibu dan dunia tempatnya kini berada. Pada masa 0-6 bulan, bayi juga harus diberikan imunisasi dan ASI eksklusif.

Baca juga: Ikatan Dokter Anak Ajak Orangtua Jadikan Obat Jadi Pilihan Terakhir

"Pada masa ini, ibunya harus didukung oleh orangtua dan sekitarnya untuk tidak mengganggu dengan pemberian sufor (susu formula) dan lain-lain, ya boleh jika memang ada situasi tertentu tapi default seharusnya bayi itu ASI eksklusif," kata Piprim.

Lebih lanjut, Piprim menjelaskan memasuki usia 6 bulan, masalah yang akan dihadapi oleh orangtua adalah pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI.

Menurutnya, ada tipe anak yang selalu membuka mulutnya saat diberi makan, tetapi ada juga yang menolak.

Piprim menyarankan kepada para orangtua untuk mencari informasi apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya stunting.

"Saya kira ini butuh informasi-informasi, bagaimana memberi responsible feeding, misal anak belum lapar tapi udah dikasih makan. Anak udah kenyang disuruh habisin makanannya, makanya dia jadi diemut karena ini adalah bentuk perlawanannya," ujarnya.

Memasuki usia 1-3 tahun, permasalahan yang akan dihadapi oleh orangtua akan berbeda lagi. 

Pada periode ini, orangtua diharapkan dapat memberikan banyak stimulasi untuk merangsang perkembangan kecerdasan serta emosi.

Menstimulasi anak untuk bisa berjalan atau berbicara mungkin akan terlihat sepele. Namun jika anak mengalami keterlambatan, maka akan memengaruhi perkembangan yang lain.

"Dari duduk, merangkak, berjalan, stimulasinya seperti apa, orangtua butuh diajari. Soal bicara, soal refleksnya, perkembangan kecerdasan, perkembangan emosinya, kalau tantrum harus gimana, nanti usia anak sekolah problem-nya beda lagi. Soal pertumbuhan ini perlu diajarkan," kata Piprim.

Meski demikian, hal yang tidak kalah penting untuk diajarkan kepada anak adalah mengenai budi pekerti, sopan santun, dan tata krama.

Menurut Piprim, memenuhi kebutuhan materi anak memang diperlukan, namun nilai-nilai akhlak juga memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak terlebih ketika memasuki usia dewasa.

"Budi pekerti dan akhlak itu sangat dibutuhkan, seperti tidak membentak orangtua, tidak mem-bully teman, itu perlu diajarkan. Jadi bukan hanya memberi materi pada anak tapi juga perlu memperhatikan aspek lain yang diperlukan anak," pungkas Piprim. (Ant/OL-1)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Kawasan Konservasi pada 2030 Ditargetkan 32,5 Juta Hektare

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 14:33 WIB
Pemerintah Indonesia menargetkan kawasan konservasi pada 2030 seluas 32,5 juta hektare atau sebesar 10% dari luas perairan...
Ist

Rayakan Magical Festive Seasons di Oakwood Apartments PIK Jakarta

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 14:30 WIB
Rayakan perayaan Natal dan Tahun Baru yang tak terlupakan di Oakwood Apartments PIK...
Ist

Peringati Hari Ibu Nasional 2022, PPLIPI Gelar Berbagai Kegiatan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 14:04 WIB
Ketua Umum PPLIPI Hj. Dra. Indah SDA, MBA, mengatakan tujuan diadakan kegiatan ini untuk bisa memaksimalkan peran Ibu dalam kehidupan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya