Rabu 09 November 2022, 17:05 WIB

Kontaminasi BPA Lebih Tinggi pada Kemasan Kaleng daripada Galon

Mediaindonesia.com | Humaniora
Kontaminasi BPA Lebih Tinggi pada Kemasan Kaleng daripada Galon

DOK Pribadi.
Anwar Daud.

 

KONTAMINASI bisfenol A (BPA) secara signifikan lebih tinggi pada kemasan kaleng daripada makanan nonkaleng seperti makanan segar, makanan beku, dan kemasan plastik. Karenanya, jika mau melabeli berpotensi mengandung BPA, akan lebih cocok pada kemasan kaleng ketimbang kemasan air. 

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Anwar Daud, SKM., M.Kes, C.EIA menegaskan itu. "Namun, kalaupun berencana mau melabeli kemasan pangan, harusnya semua kemasan dilabeli dengan menyatakan ini bebas bahan berbahaya. Jangan ada diskriminatif kalau mau mengamankan kemasan pangan. Kalau mau dilabeli, ya semua harus dilabeli," ujarnya di acara kegiatan workshop Penggunaan Bahan Bisphenol A (BPA) Pada Makanan dan Minuman yang diselenggarakan Direktorat Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan di Hotel Mercure Jakarta, Selasa (8/11). 

Dia tidak setuju dengan BPOM yang menyatakan pelabelan BPA tidak berlaku untuk depot air minum isi ulang. Menurutnya, justru wadah-wadah air yang digunakan untuk mengisi air minum depot isi ulang itu patut dikhawatirkan karena bisa saja menggunakan bahan yang tidak berstandar. "Kalau masyarakat kan banyak yang lebih memilih murahnya saja. Jadi wadah-wadah yang digunakan juga kualitas KW 3," katanya. 

Sebelumnya, pakar polimer dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ahmad Zainal Abidin juga mengatakan kemasan kaleng yang sudah rusak alias penyok tidak boleh dikonsumsi masyarakat. Hal itu disebabkan pecahnya lapisan epoksi yang melapisi logam pada kaleng kemasannya, sehingga mengakibatkan migrasi BPA ke produknya. "Jika itu terjadi, kemungkinan makanan atau minuman yang ada dalam kemasan itu bisa beracun," ujarnya.

Dia mengatakan bahaya migrasi BPA yang disebabkan kemasan kaleng penyok dan tergores ini lebih besar dibanding jika itu terjadi pada galon air yang berbahan polikarbonat (PC). "Kalau galon kan sudah diuji penyok atau tidak penyok, migrasi BPA-nya rendah. Apalagi bagian luar dan dalam galon itu kan terbuat dari bahan PC. Jadi kalaupun pecah juga tetap keluarnya polikarbonat juga," tuturnya. 

Karena itu, jika BPOM mau melakukan pelabelan lolos batas aman BPA, menurutnya, kemasan kaleng ini seharusnya yang lebih diutamakan ketimbang galon air berbahan PC. Barang-barang seperti plastik bersifat inert atau tidak bereaksi, baik dalam asam maupun basah. "Jadi, plastik itu enggak terlalu masalah dengan situasi asam ataupun basah. Yang bermasalah itu ialah kemasan kaleng karena ada lapisan epoksinya yang jika terkelupas bisa membuat produknya beracun," tukas Zainal. 

Dokter Spesialis Anak dan anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Irfan Dzakir Nugroho, SpA, M Biomed, juga mengatakan kandungan BPA juga bisa ditemukan pada produk-produk kebersihan, seperti pasta gigi, pipa suplai air bersih, dan produk tambal gigi. 

Pakar kimia dari Departemen Kimia Universitas Indonesia, Agustino Zulys, juga mengatakan BPOM perlu juga melakukan uji laboratorium terhadap paparan BPA yang ada dalam makanan kemasan kaleng seperti yang dilakukan terhadap kemasan plastik berbahan PC. Hal itu karena sudah ada penelitian yang dipublikasikan oleh Environmental Research yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan kaleng berhubungan dengan tingginya konsentrasi BPA dalam urin. 

Pakar Teknologi Pangan IPB, Aziz Boing Sitanggang, beberapa waktu lalu mengatakan kecenderungan BPA bermigrasi dari kaleng ke produknya bisa berpotensi lebih besar dan bisa lebih kecil. "Namun, seberapa besar pelepasan BPA-nya kita tidak tahu. Karena di Indonesia belum ada studi untuk meng-compare langsung dan itu perlu dikaji lagi lebih jauh," tuturnya. (RO/OL-14)

Baca Juga

Ist

Sambut Tahun 2023, Grand Savero Hotel Bogor Sajikan 'Savero in Wonderland' Penuh Kejutan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 14:32 WIB
Dengan tajuk Savero in Wonderlond , tahun ini Grand Savero Hotel Bogor mengangkat tema negri dongeng yang di mana terinspirasi dari...
Ist

Social Chic Bandung 2022 Hadirkan Ekshibisi dan Festival Musik di Kota Kembang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 13:58 WIB
Festival and Exhibition Social Chic yang digelar pada 9-1 Desember 2022 di Secapa AD, Hegarmanah, Bandung, akan menghadirkan deretan...
DOK Sinar Mas Land.

Program Sekolah Berhati Binaan Sinar Mas Land Raih ISDA

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 13:47 WIB
Sinar Mas Land kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dalam ajang Indonesia Sustainable Deinarvelopment Goals Award (ISDA)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya