Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA ditempatkan sebagai negara teratas di dunia atas keberhasilannya menurunkan deforestasi secara signifikan di tengah ancaman krisis iklim. Hal itu diungkapkan dalam laporan media internasional Washington Post yang bekerja sama dengan para ahli.
Dalam laporan itu dinyatakan, saat kondisi hutan-hutan di dunia mengalami penurunan jumlah yang mengkhawatirkan, Asia justru menjadi satu-satunya wilayah yang mengambil langkah tepat untuk menghentikan deforestasi dalam beberapa dekade terakhir.
"Yang terdepan adalah Indonesia, yang menahan hilangnya hutan sebesar 25% dari tahun 2020 hingga 2021 dan telah mengurangi deforestasi dalam lima tahun terakhir," tulis laporan Washington Post dikutip Rabu (8/11).
Baca juga : Kemenlu RI Sebut Polisi AS Selidiki Penyerangan pada 2 Remaja WNI
Sementara itu, dalam laporan tersebut, Brazil mendapatkan sorotan tajam seiring dengan kebijakan membuka hutan Amazon untuk bisnis. Hal itu menjadikan tingkat deforestasi di Brazil telah mencapai rekor tinggi.
Citra satelit mengungkapkan ekosistem telah menyusut sekitar 17% dan sebagai hutan sekarang mengeluarkan lebih banyak karbondioksida daripada yang diserapnya.
Selain itu, Inggris Raya juga mendapat sorotan dalam kajian ini, karena hanya tujuh dari 17 negara yang menandatangani perjanjian untuk mengakhiri semua dukungan proyek bahan bakar fosil internasional pada akhir tahun 2022.
Baca juga : Ada Perang Dagang, AS dan Tiongkok Tetap Mitra Utama RI
Selain Inggris, kelompok itu termasuk Denmark, Swedia, Bank Investasi Eropa, Prancis, Belgia, dan Finlandia.
Selanjutnya, laporan itu juga menyoroti rendahnya komitmen negara maju untuk membantu negara berkembang demi mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca.
"Kritik diberikan pada Amerika Serikat, yang meski menjadi negara terkaya di dunia namun hanya menyediakan dana yang lebih sedikit dari negara kaya lainnya. Melalui kongres tahun ini mengalokasikan $1 miliar untuk membantu negara-negara berkembang menangani perubahan iklim atau hanya sebagian kecil dari $11,4 miliar yang dijanjikan Biden pada COP tahun lalu," beber dia.
Baca juga : Amerika Imingi Rp28 T jika Indonesia Hubungan dengan Israel
Sementara itu, Norwegia ditempatkan sebagai pemasok keuangan iklim per kapita terbesar, dan salah satu dari hanya tiga negara kaya yang memenuhi janji menyediakan dana tambahan baru untuk mendukung agenda perubahan iklim.
Norwegia telah berkomitmen untuk menggandakan jumlah pendanaan iklim yang diberikannya pada tahun 2026.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan, penurunan deforestasi Indonesia tidak terlepas dari koreksi kebijakan besar-besaran yang dilakukan Presiden Joko Widodo yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kementerian.
Baca juga : Jokowi Ingin AS Jadi Teman Sejati Indonesia
Di masa kepemimpinan Jokowi ini, pemerintah melakukan reformasi bidang LHK, di antaranya melalui kebijakan pengendalian karhutla, pelibatan masyarakat dalam program perhutanan sosial, moratorium total ijin hutan primer dan gambut, yang menjadi bagian penting dari kontribusi penurunan deforestasi terendah dalam sejarah selama dua dekade, menjadi 114 ribu ha per tahun pada 2019-2020 dan 2020-2021.
Di Sharm El-Sheikh, Mesir yang menjadi tuan rumah COP27, Pemerintah Indonesia juga menyuarakan dengan lantang bahwa mereka tidak akan mundur dari komitmen Paris 2015.
Bahkan sebelum menghadiri CO-P27, tepatnya tanggal 23 September 2022, KLHK selaku National Focal Point UNFCC telah menyampaikan peningkatan ambisi penurunan emisi gas rumah kaca melalui dokumen Enhanced NDC (ENDC) Indonesia.
Target penurunan emisi GRK Indonesia dengan kemampuan sendiri dari 29% meningkat ke 31,89%, sedangkan target dengan dukungan internasional meningkat dari 41% ke 43,20%.
"Semua ini sudah melalui hitung-hitungan intervensi kebijakan nasional hingga sektoral. Kebijakan iklim dan berbagai upaya serta capaian yang ada menunjukkan komitmen nyata Indonesia berbasis bukti, bukan janji dan jelas bukan follower karena aksi iklim Indonesia melalui serangkaian kerja, implementasi yang terukur dengan tetap mempertahankan jurisdiksi dan kedaulatan," tegas Siti. (Ata/OL-09)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Pelatih tim nasional futsal Indonesia Hector Souto menyebut Korea Selatan sebagai salah satu lawan yang menunjukkan konsistensi pertahanan tinggi.
Malaysia raih 42,2 juta wisman di 2025, sementara Indonesia lampaui target dengan 15,3 juta kunjungan. Simak perbandingan strategi pariwisata kedua negara di sini.
SAAT ini Indonesia disebut memasuki fase baru dalam perkembangan pasar kripto.
ANGGOTA Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini minta keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza atau (Board of Peace) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump takdisalahartikan
Indonesia yang timpang dan terbelah terjadi akibat eksploitasi sumber kekayaan alam yang tak pernah terdistribusikan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
PEMERINTAH Indonesia dan Inggris memperkuat kerja sama investasi di sektor maritim melalui pembangunan ribuan kapal nelayan dan pengembangan kampung nelayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved