Kamis 03 November 2022, 22:03 WIB

Kemenkes Harus Segera Ketahui Penyebab Lain Gagal Ginjal Akut pada Anak

Sri Utami | Humaniora
Kemenkes Harus Segera Ketahui Penyebab Lain Gagal Ginjal Akut pada Anak

Ilustrasi
Ginjal akut.

 

ADANYA anak yang diketahui mengalami gagal ginjal akut tapi tidak mengkonsumsi obat yang tercemar EG dan DEG harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya meminta Kementrian Kesehatan bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para pakar untuk terus menganalisis penyebab yang menjadi pemicu gangguan gagal ginjal akut pada anak. Analisis ini diperlukan agar dapat diketahui faktor lain di luar obat yang mungkin jadi penyebab seperti infeksi, faktor lingkungan, maupun kebiasaan tertentu.

Baca juga: Baru 40% Formasi Guru PPPK 2022 yang Diajukan Pemerintah Daerah

"Saya meminta IDAI bersama tim ahli agar dalam melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dilakukan secara ketat pada setiap anak yang mengalami gangguan gagal ginjal akut, termasuk bagaimana lingkungan rumahnya, tempat bermain, atau lingkungan sekolahnya. Mengingat penyelidikan penting dilakukan secara komprehensif guna mengetahui segala potensi yang memungkinkan terjadinya gangguan gagal ginjal akut pada anak," ujarnya, Kamis (3/11).

Dalam kondisi ini komitmen pemerintah sangat penting untuk dapat segera menyampaikan hasil penelitian dan penyelidikannya kepada masyarakat agar dapat ditarik kesimpulan penyebab pasti gangguan ginjal akut pada anak. 

Selain itu pemerintah juga patut menjadikan tingginya kasus gangguan gagal ginjal akut sebagai salah satu fokus utama pemerintah di samping pandemi COVID-19. 

"Karena jumlahnya sudah banyak total kasus gagal ginjal akut sudah lebih dari 300 kasus di seluruh Indonesia" 

Di sisi lain pemerintah juga haeus bersiap dengan penambahan harian kasus covid-19 di tanah air yang angkanya melesat beberapa waktu terakhir. Menurutnya langkah untuk mengklasifikasikan dampak yang ditimbulkan dari pasien COVID-19 yang ada saat ini diperlukan untuk diketahui efek vaksinasi COVID-19. 

"Apakah efek vaksinask sebelumnya masih cukup kuat untuk menghadapi ancaman virus corona yang hingga saat ini masih terus berkembang dan bermutasi," imbuhnya. 

Dengan kondisi tersebut semua pihak untuk tidak lengah dan mempersiapkan sejumlah rencana untuk menghadapi potensi penaikan kasus covid di Tanah Air. (OL-6)

Baca Juga

MI/HO

Lestarikan Budaya Nusantara, TNI AL Adakan Pagerlaran Wayang Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 09:24 WIB
Pagelaran Pandowo Boyong itu rencananya akan dilaksanakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Kamis (15/12)...
Dok. DPR RI

Revisi UU Pengolahan Sampah Diperlukan untuk Akomodasi Peran Swasta

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 08:59 WIB
Selain soal kontribusi investor swasta, ada hal lain yang perlu direvisi pada UU No. 18 Tahun 2008 ini. Terutama berkaitan dengan insentif,...
ANTARA/Rezza Estily

Mengenal Pupuk Organik Beserta Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 08:30 WIB
Pupuk organik adalah salah satu jenis pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya