Kamis 03 November 2022, 16:20 WIB

Ini Pengertian Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan

Meilani Teniwut | Humaniora
Ini Pengertian Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan

MI/Duta
Pancasila

 

ISTILAH paradigma memang tidak sering kita dengar namun dipandang sebagai suatu hal penting karena kemampuannya membedah realitas empirik dan keluwesannya dalam menyikapi persoalan yang akan dipecahkan.

Secara umum, istilah ini cenderung merujuk pada dunia pola pikir ataupun teknis penyelesaian masalah yang dilakukan oleh orang-orang. Istilah yang satu ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuwan bernama Thomas Kuhn melalui buku ciptaannya, The Structure of Scientific Revolution.

Ketika pertama kali diperkenalkan, istilah ini tidak dijelaskan secara gamblang oleh Thomas Khun. Pada saat itu, paradigma hanya dijelaskan sebagai terminologi kunci yang digunakan dalam model perkembangan ilmu pengetahuan. Hingga beberapa saat kemudian, barulah istilah paradigma terdefinisi dengan jelas oleh Robert Friedrichs yang merupakan orang pertama yang mengungkapkan apa itu paradigma secara jelas.

Nah, untuk bisa memahami, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya. 

1. Definisi Paradigma

Paradigma adalah sebuah istilah yang sering kali digunakan dalam disiplin intelektual. Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang diterapkan dalam memandang realitas pada sebuah komunitas yang sama, khususnya dalam disiplin intelektual. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paradigma adalah model dalam teori ilmu pengetahuan. Tak hanya itu saja, dalam percakapan sehari-hari, istilah paradigma adalah berpikir. Sebab, paradigma merupakan model utama, pola, ataupun metode untuk meraih beberapa jenis tujuan.

Kata paradigma berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan serapan dari bahasa Latin pada tahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan (deik). 

Selain itu, paradigma juga bisa berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai dan praktik yang diterapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, terlebih dalam disiplin intelektual.

2. Contoh Paradigma

Mengacu pada pengertiannya yang sudah dijelaskan di atas, berikut ini beberapa contoh paradigma yang perlu dipahami, antara lain:

a. Paradigma Rekonstruksi Teori

Di dalam paradigma ini, sebuah teori atau metode yang sudah ada digunakan lagi dalam penelitian beru tapi metode lama itu harus relevan supaya terjadi kesinambungan yang jelas.

b. Paradigma Piramida

Di dalam paradigma ini, sebuah konsep ataupun metode dilakukan secara bertahap seperti halnya berbagai jenis piramida, mulai dari piramida terbalik, berlapis, atau ganda.

c. Paradigma Kualitatif

Paradigma yang satu ini seringkali digunakan dalam studi para mahasiswa, baik itu di dalam tugas ataupun skripsi dengan metode kualitatif. Selain itu, paradigma tersebut digunakan untuk menemukan gambaran teori sosial teori induktif.

d. Paradigma Siklus Empiris

Paradigma yang satu ini adalah suatu metode ataupun konsep yang bisa menjelaskan mengenai fenomena ilmiah dimana wujudnya yaitu sebuah siklus.

e. Paradigma Deduksi-Induksi

Di dalam paradigma ini lebih fokus pada metode kualitatif untuk deduksi, sedangkan metode kuantitatif untuk induksi, yang mana tahapannya melalui pengumpulan data sampai pembuatan kesimpulan.

3. Arti Pancasila sebagai paradigma pembangunan

Mengutip buku Modul Pelatihan Guru Mata Pelajaran PPKn SMA/SMK yang ditulis Mukiyat dkk (2016: 12), Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional memiliki arti segala aspek pembangunan nasional harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Oleh sebab itu, pembangunan nasional ditujukan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek rohani, jasmani, aspek individu, sosial, dan ketuhanan.

Sementara itu, melansir bpkad.banjarkab.go.id, Pancasila sebagai paradigma artinya nilai-nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi kerangka acuan setiap aspek pembangunan nasional di Indonesia. Ini merupakan konsekuensi pengakuan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara.

Pelaksanaan pembangunan tidak terlepas dari perubahan dan perkembangan kondisi ekologi administrasi publik, terutama yang terjadi di Indonesia saat ini sebagai tantangan yang perlu mendapatkan perhatian dan penyesuaian dalam penerapan strategi pembangunan. Dalam hubungan ini, tantangan yang dimaksudkan meliputi :

a. Penerapan Otonomi Daerah;
b. Globalisasi informasi;
c. Netralitas Pegawai Negeri;
d. Penerapan multi partai dalarn sistem politik;
e. Perdagangan bebas dan
f. Semangat reformasi dengan segala implikasinya.(OL-5)`        

Baca Juga

ANTARA/IRWANSYAH PUTRA

Vaksinasi Polio Lindungi Anak dan Lingkungannya

👤Nurul Hafizhah 🕔Kamis 01 Desember 2022, 14:41 WIB
Terdapat dua jenis vaksin untuk mencegah polio, yaitu Oral Polio Vaccine (OPV) dan Inactivated Polio Vaccine...
Ist

Rayakan Tahun Baru, Hotel Horison Ultima Bekasi Hadirkan Beragam Hiburan dan Kuliner

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 14:39 WIB
Sambut momen pergantian tahun, Hotel Horison Ultima Bekasi menghadirkan tema “Horisonland, Spread The Love Everywhere You Go”,...
Ist

Gandeng Muralis Lokal, Yello Hotel Manggarai Hadirkan Kamar Urban Xtra untuk Milenial

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 14:14 WIB
Wajah baru ini ditandai dengan mural yang terletak di area lobby hotel, berkolaborasi dengan mural artist local yaitu TUTU (@tutugraff)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya