Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGKAT gizi buruk di Indonesia pun masih tinggi yaitu sebesar 24,4% atau di atas ambang batas WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yaitu 20%.
Tigginya tingkat gizi buruk inilah yang mendorong Bank Lestari Jakarta (BPR) memberikan bantuan beras kepada anak-anak panti asuhan yang ada di wilayah Jakarta untuk menurunkan angka gizi buruk. Pembagian dukungan beras ini dilakukan pada Sabtu, 29 Oktober 2022.
Pemberian bantuan beras ini merupakan program Lestari For Kids yang rutin dilakukan oleh Bank Lestari Jakarta (BPR).
Hal ini pun sejalan dengan misi #MakeAnImpact yang diusung oleh Bank Lestari Jakarta (BPR) untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar khususnya para anak-anak yang berada di panti asuhan.
Bantuan beras yang diberikan sebanyak 100 kg dan dibagikan kepada dua panti asuhan binaan Bank Lestari Jakarta (BPR) yaitu Panti Yatim Indonesia Graha Raya Bintaro serta Pondok Yatim & Dhuafa.
Baca juga: Perlu Kerja Sama Menyeluruh dalam Mengatasi Stunting di Tanah Air
Hary Kharisma selaku Direktur Utama Bank Lestari Jakarta (BPR) mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Bank Lestari Jakarta (BPR) untuk menurunkan angka gizi buruk khususnya yang ada di wilayah Jakarta. Ia pun mengharapkan bantuan ini dapat memberi manfaat yang besar untuk anak-anak.
"Seperti yang kita tahu, gizi adalah hal yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Itulah yang mendorong kami dari Bank Lestari Jakarta untuk memberikan bantuan beras kepada anak-anak yang membutuhkan," katanya dalam keterangan, Seniin (31/10).
"Meskipun bantuannya kecil, tapi kami berharap supaya anak-anak yang ada di panti asuhan bisa tumbuh dengan sehat dan semangat belajar untuk meraih mimpi-mimpinya," tutup Hary Kharisma.
NAIK kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN), kinerja BSI pada 2025 progresif jauh di atas industri perbankan sekaligus mengubah peta perbankan Indonesia.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved