Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Sadikin menyatakan salah satu obat penawar yaitu Fomepizole memiliki efikasi paling tinggi dibanding obat penawar lainnya. Oleh sebab itu, pihak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang merupakan rumah sakit rujukan telah memberikan obat ini kepada pasien gangguan ginjal akut yang ada di sana.
Menkes menduga anak-anak yang terserang gangguan ginjal akut misterius ini menderita intoksikasi atau keracunan cemaran etilen glikol yang terdapat dalam obat sirup.
"Kalau itu diberikan dengan dosis sesuai analisa teman-teman di RSCM itu perbaikan ginjalnya terasa. Kecuali kalau memang ginjalnya sudah demikian rusak, kalau kondisi kerusakan sudah cukup tinggi memang akan tetap sulit, ya," kata Budi pada Senin (24/10) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Fomepizole merupakan obat antidotum atau penangkal racun yang digunakan pada kasus keracunan senyawa antibeku (etilen glikol) dan methanol yang merupakan kandungan zat pada pelarut, bensin, dan senyawa otomotif atau rumah tangga lainnya.
Baca juga: Pemerintah Buru Fomepizole dari Banyak Negara
Kementerian Kesehatan tengah memesan 200 vial obat Fomepizole seharga Rp16 juta per vial dari beberapa negara termasuk Singapura, Australia, Amerika Serikat, dan Jepang. Obat tersebut akan diberikan secara gratis kepada pasien. Sebanyak 20 vial dari Singapura telah diterima dan kemungkinan 16 vial lagi akan sampai di Indonesia pada Senin (24/10) malam atau Selasa (25/10) pagi.
Diketahui kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal mencapai 245 kasus di 26 provinsi per tanggal 23 Oktober 2022. Angka ini meningkat dari total 241 kasus yang dilaporkan Kemenkes pada Jumat (21/10).
Cara Kerja Fomepizole
Lalu, bagaimana sih cara kerja obat tersebut? Fomepizole akan menghambat alkohol dehydrogenase atau enzim dalam tubuh yang dapat memetabolisme etilen glikol dan metanol yang berubah menjadi bentuk beracun.
Pada umumnya, orang dewasa yang keracunan methanol atau etilen glikol akan menerima dosis sebanyak 15 mg/kgBB, setelahnya diikuti dengan pemberian 10 mg/kgBB setiap 12 jam sebanyak 4 dosis. Dosis kemudian akan ditingkatkan kembali menjadi 15 mg/kgBB setiap 12 jam sampai kadar metilen glikol atau metanol pada serum di bawah 20 mg/100 ml. Setiap pemberian dosis dilakukan dengan cara infus dengan kecepatan lambat selama kurang lebih 30 menit.
Sementara pada pasien gagal ginjal dan jika tingkat keasaman tubuh memburuk (asidosis metabolik) atau konsentrasi serum etilen glikol atau methanol 50 mg/dl ke atas, perlu dilakukan cuci darah atau hemodialisis. Frekuensi pemberian ditingkatkan menjadi setiap 4 jam selama menjalani cuci darah. Dosis yang diberikan sebelum atau sesudah cuci darah ditentukan berdasarkan dosis terakhir yang diberikan atau durasi cuci darah.(OL-5)
Trubus menilai bahwa pemerintah lebih memperdulikan nilai ekonomis dan mengabaikan nilai humanis
Kuasa Hukum dari Korban kasus GGAPA, Reza Zia Ulhaq menilai nominal ganti rugi pada keluarga korban Gugatan Class Action Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) masih jauh dari harapan.
Putusan gugatan gagal ginjal akut pada anak masih jauh dari harapan
Kasus gagal ginjal kronik yang membutuhkan cuci darah di RSHS jumlahnya mencapai 10-20 anak per bulan
PENGADILAN Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang lanjutan gugatan class action kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) yang terdampak pada anak-anak
Produsen farmasi disebut harus ikut bertanggung jawab atas kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengatakan sebagai upaya pencegahan virus Nipah maka yang bisa dilakukan yaitu menjaga protokol kesehatan, dan mengetahui cara penularannya.
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved