Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia dihebohkan dengan kasus gagal ginjal akut yang dialami oleh anak-anak. Gagal ginjal akut tersebut diduga berasal dari obat berbentuk sirup yang tengah lama beredar di masyarakat luas. Saat ini, ada lima keberedaan obat adaan sirup yang sudah ditarik oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes, salah satunya berasal dari PT Konimex).
Menanggapi hal tersebut, Chief Executive Officer PT Konimex, Rachmadi Joesoef membeberkan bahwa saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan kesimpulan bahwa obat dalam bentuk sirup yang ditarik kemarin memiliki kaitan dengan penyakit gagal ginjal akut yang sedang heboh saat ini.
"Sehubungan dengan adanya dugaan kejadian gagal ginjal akut (AKI) terkait penggunaan obat dalam bentuk sirup dengan kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang tengah beredar, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) belum dapat mendukung kesimpulan bahwa penggunaan obat dalam bentuk sirup memiliki keterkaitan dengan kejadian gagal ginjal akut," terang Rachmadi melalui keterangan resminya pada Jumat (21/10).
PT Konimex menyatakan bahwa seluruh obat dalam bentuk sirup yang diproduksi tidak menggunakan bahan baku EG dan DEG. "PT Konimex senantiasa memastikan bahan baku yang digunakan dari mitra pemasok yang telah bermitra selama puluhan tahun, memenuhi persyaratan sesuai buku standar obat yang dikeluarkan oleh badan resmi Pemerintah (Farmakope)," lanjutnya.
Sebagai wujud kepatuhan PT Konimex, saat ini sedang mempersiapkan langkah untuk melakukan penghentian produksi, distribusi dan penarikan kembali (recall) produk Termorex Sirup 60ml dengan nomor batch: AUG22A06, sesuai surat edaran dari BPOM.
"Sejalan dengan rekam jejak yang konsisten dan komitmen PT Konimex sejak didirikan 55 tahun yang lalu untuk “Ikut Menyehatkan Bangsa”, kami senantiasa menjamin keamanan dan kualitas bahan baku, proses produksi dan distribusi seluruh lini produknya sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), termasuk produk Termorex yang pertama kali diproduksi 34 tahun lalu,", tutur Rachmadi. (OL-12)
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved