Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBARAN kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (Atipical Progressive Acute Kidney Injury/AKI) pada anak sudah terlapor dari 20 provinsi dengan total 192 orang.
Laporan itu diungkapkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dengan komposisi pasien sebagian besar balita dengan umur 1-5 tahun.
"Sampai Selasa (18/10) sore ini, terdapat 192 kasus. Jadi Januari cuman 2 kasus, Februari 0 kasus, Maret 2 kasus, April 0 kasus, Mei 6 kasus, Juni 3 kasus, Juli 9 kasus," ujar Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso, Selasa (18/10).
Baca juga: Rekomendasi IDAI, Hindari Dulu Obat Paracetamol Sirup pada Anak
"Mulai Agustus 37 kasus dan September 81 kasus. Sisanya pada Oktober, hingga kumulatifnya 192 kasus," imbuhnya.
Adapun provinsi dengan kasus terbanyak ialah DKI Jakarta sebanyak 50 orang. Lalu, Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing 24 kasus. Berikut, Sumatra Barat 21 kasus, 18 kasus dari Aceh dan Bali 17 kasus. Sementara, sisanya ada yang hanya 1-2 kasus.
Hingga kini, penyebab dari kasus gangguan ginjal akut masih belum diketahui. Namun, ada banyak spekulasi dan dugaan yang tersebar di masyarakat. Pertama, akibat Multisystem Inflammatory Syndrome Children (MIS-C).
Faktor kedua ialah kontaminasi Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG). Akan tetapi, sampai sekarang penelitian dan investigasi masih belum konklusif menuju satu sebab tunggal.
Belajar dari kasus gangguan ginjal akut di Gambia Afrika, ada kecurigaan etilen glikol pada paracetamol sirup. Alhasil, sebagai kewaspadaan dini, IDAI mengeluarkan rekomendasi untuk tidak menggunakan paracetamol sirup untuk sementara waktu.
Baca juga: Kemenkes: Gagal Ginjal Akut Dilaporkan Serang Anak 6 Bulan-18 Tahun
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam rilisnya, menyatakan bahwa sirup obat untuk anak yang terkontaminasi Dietilen Glikol dan Etilen Glikol, tidak terdaftar di Indonesia.
Adapun sirup obat untuk anak yang mengacu keterangan WHO, terdiri dari Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup. Keempat produk tersebut diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Limited di India, yang tidak terdaftar di Indonesia.
"BPOM melakukan pengawasan secara komprehensif pre dan post market terhadap produk obat yang beredar di Indonesia. Hingga saat ini, produk dari produsen Maiden Pharmaceutical Ltd tidak ada yang terdaftar di BPOM," bunyi rilis tersebut.(OL-11)
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
IDAI rilis panduan mudik aman bersama anak. Simak tips imunisasi, protokol kesehatan, perlengkapan wajib, hingga aturan car seat sesuai usia.
Simak rekomendasi IDAI untuk mudik sehat 2026. Panduan lengkap vaksinasi MR, aturan car seat, hingga tips menjaga kesehatan anak selama perjalanan.
Indonesia tempati peringkat 2 dunia kasus campak tertinggi. IDAI desak imunisasi kejar dan peringatkan risiko kematian anak akibat cakupan vaksin rendah.
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
Kenali gejala campak pada anak mulai dari demam tinggi, batuk-pilek, mata merah, hingga ruam khas yang menyebar dari wajah ke tubuh. Simak penjelasan dokter anak berikut ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved