Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU lingkungan hidup semakin gencar diperbincangkan berbagai kalangan. Sampah plastik telah menimbulkan isu lingkungan dan sampah kaca serta keramik telah menyumbang pada permasalahan ini.
Sampah kaca dan keramik menempati posisi kedua jenis sampah terbanyak. Industri minuman beralkohol di dunia sendiri memproduksi sekitar 40 miliar botol kaca setiap tahun.
Sebagai merek vodka nomor 1 di dunia, Smirnoff memperkenalkan kampanye #SmirnoffSustainiverse di Indonesia sebagai bukti kepedulian Smirnoff terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Untuk menghasilkan impact yang lebih signifikan, Smirnoff berkolaborasi dengan ecoSPIRITS untuk meluncurkan Smirnoff dalam kemasan baru yang ramah lingkungan, ecoTOTE™.
Format kemasan baru ini dapat digunakan secara berulang-ulang sehingga mengurangi limbah botol dan jejak karbon.
Kemasan Smirnoff ecoTOTE™ dapat ditemui di outlet-outlet di kota Bali dan Jakarta dan merupakan sebuah langkah maju dari Smirnoff untuk menjadi merek yang paling berkelanjutan.
Komitmen ini sejalan dengan rencana sepuluh tahun Diageo selaku pemilik merek Smirnoff dalam Society 2030: Spirit of Progress dalam upaya menciptakan dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Terapkan Konservasi Energi, SBI Pabrik Cilacap Raih Penghargaan ASEAN Energy Awards 2022
"Smirnoff berambisi menjadi sebuah brand yang paling berkelanjutan. Kami tidak hanya berfokus pada kepuasan pelanggan tetapi juga turut berpartisipasi untuk mewujudkan dunia yang lebih baik melalui cara yang mudah dan menyenangkan," kata Alefiyah Sarma Presiden Direktur PT Langgeng Kreasi Jayaprima (Diageo Indonesia).
" Melalui program ini, Smirnoff juga mengajak para mitra untuk turut serta mendukung program ini dengan beralih menggunakan kemasan ecoTOTE.” kata Alefiyah.
Pengemasan Smirnoff dalam ecoTOTE™ adalah solusi pengemasan dan distribusi sirkular tertutup, dimana ecoTOTE™ yang sudah kosong akan dikembalikan ke ecoPLANT™ untuk diisi ulang.
Dengan hadirnya Smirnoff dalam kemasan ecoTOTE, Smirnoff tak hanya mengurangi limbah kaca sekali pakai tetapi juga mengurangi 3,3kg karbon setiap siklus konsumsi.1
“Kemasan ecoTOTE™ sangat aman dan higienis dengan teknologi tahan goncangan. Dengan teknologi SmartPour™ outlet seperti bar dapat menuangkan Smirnoff Vodka yang dibutuhkan langsung ke gelas atau shaker cocktail dari ecoTOTE™," ujar CEO ecoSPIRITS Paul Gabie.
. Untuk setiap satu siklus ecoTOTE™ kita akan menanam 1 bibit pohon di Indonesia. Dengan demikian, sejalan dengan konsumsi produk Smirnoff, maka semakin banyak bibit pohon yang ditanam untuk menghijaukan kembali area yang terdegradasi.” kata Paul Gabie.
Dalam kampanye ini, Smirnoff menggandeng La Brisa sebagai salah satu outlet utama yang juga memiliki visi dan misi yang sama. La Brisa sendiri telah dikenal sebagai outlet yang telah lama menerapkan program keberlanjutan dalam operasionalnya sehari-hari.
Tidak hanya memperhatikan dari segi pengurangan limbah, saat ini La Brisa juga berfokus untuk bekerjasama dengan supplier maupun brand yang sama-sama menerapkan program keberlanjutan pada bisnis yang dijalankan.
“Kami sangat senang menjadi bagian dari peluncuran Smirnoff X ecoSPIRITS dan menjadi salah satu outlet pertama yang menggunakan kemasan ramah lingkungan ini," ungkap General Manager La Brisa, Angela Prigann.
"Hal ini sejalan dengan semangat La Brisa yang selalu mengedepankan pelayanan dan operasional yang ramah lingkungan terutama dalam hal pengelolaan limbah,:" jelasnya.
"Dengan kolaborasi ini, kami juga berharap hal ini dapat meningkatkan edukasi dan kesadaran untuk mengurangi limbah botol kaca dan emisi karbon yang dihasilkan dengan cara yang mudah dan menyenangkan,” tutur Angela Prigann.
Tidak hanya mendapat antusiasme yang baik dari outlet-outlet, kampanye #SmirnoffSustainiverse juga mendapat sambutan yang baik dari konsumen.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu actor dan sustainable living enthusiast yang turut serta hadir pada kesempatan ini, Dimas Anggara, yang pada kesehariannya juga telah menerapkan konsep hidup berkelanjutan dengan cara teliti memilih produk-produk dan bahan yang digunakan dalam sehari-hari, terlebih istri dari Dimas adalah seorang aktivis lingkungan.
”Sebagai bagian dari anak muda, gue sangat antusias menyambut hadirnya kemasan ecoTOTE™ dan #SmirnoffSustainiverse," katanya.
"Lewat kampanye ini, lo bisa turut serta kasih kontribusi ke lingkungan dengan cara yang paling simple, sesimple enjoy cocktail kesukaan lo. Meskipun keliatannya kecil, tapi kalau banyak yang teredukasi dan mendukung gue rasa hasilnya juga tidak sedikit,” ungkap Dimas. (RO/OL-09)
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Setiap hari, Jakarta memproduksi sekitar 8.300 ton sampah yang harus dikelola secara berkelanjutan.
Data Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan timbulan sampah mencapai 670,38 ton per hari. Namun, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 5,3 persen.
Selama lebih dari empat tahun terakhir Banyumas menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat dan ekonomi sirkular
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Edukasi yang paling mendasar adalah memilah sampah dari rumah sebelum dibuang.
Gereja Katedral Jakarta kembali menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan dan semangat kebersamaan dengan menggunakan dekorasi Natal berbahan daur ulang pada perayaan Natal 2025.
Anggota kelompok bank sampah merapikan pernak-pernik pohon Natal dari bahan daur ulang di halaman Gedung Mitra Graha, Semarang.
Kegiatan diikuti sebanyak 347 peserta tingkat SD dan SMP dari wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi tersebut bertujuan untuk membentuk generasi literat yang sadar lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved