Jumat 30 September 2022, 19:41 WIB

Produk Berbasis Nabati lebih Sehat dan Berkelanjutan

Siswantini Suryandari | Humaniora
Produk Berbasis Nabati lebih Sehat dan Berkelanjutan

Jack GUEZ / AFP
Burger untuk vegetarian berisi sayuran dan buah-buahan

 

MENURUT penelitian, produk berbasis nabati lebih sehat dan berkelanjutan daripada produk hewani. Makanan berbasis nabati yang diformulasi untuk menggantikan rasa produk hewani ternyata lebih efisien dalam mengurangi permintaan daging dan susu

Menurut sebuah kajian penelitian terbaru yang dilakukan oleh psikolog dari University of Bath di Inggris, alternatif produk berbasis nabati lebih sehat dan ramah lingkungan daripada produk hewani.

Peneliti tersebut meninjau 43 penelitian mengenai dampak makanan berbasis nabati terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Khususnya makanan yang diformulasikan 'meniru'  rasa produk hewani, serta sikap konsumen terhadap produk ini.

"Hasil kajian menunjukkan produk berbasis nabati yang diformulasi terutama sebagai alternatif produk hewani. Tidak hanya jauh lebih sehat dan berkelanjutan daripada produk hewani, tetapi juga lebih menarik bagi mereka yang mencoba mengurangi asupan daging dan susu," ungkap Among Prakosa, Manajer Tantangan 21 Hari Vegan di Act For Farmed Animals (AFFA), Jumat (30/9).

Tantangan 21 Hari Vegan merupakan kampanye bersama yang dijalankan oleh Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal untuk mempromosikan pemilihan makanan yang lebih sehat dan berkelanjutan, serta untuk meningkatkan kesejahteraan hewan di Indonesia.

Daging 'hijau' versus daging merah

Ketika membandingkan dampak lingkungan antara burger berbasis nabati dan burger dari daging sapi, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan oleh penggunaan lahan dan air dari pengolahan burger nabati mendekati nol.Berbanding terbalik terhadap dampak yang dihasilkan oleh produk hewani.  

Penelitian ini mengungkapkan bahwa burger nabati mengandung 98% emisi GRK yang lebih sedikit dibandingkan dengan burger daging sapi.

"Temuan ini penting karena menurut ahli, kita perlu menjauhkan diri dari produk hewani demi masa depan bumi dan kesehatan masyarakat," tambah Among.

"Industri peternakan merupakan salah satu industri yang memiliki dampak paling buruk terhadap lingkungan serta menyumbang 57% dari semua emisi GRK dari produksi pangan global," jelasnya.

baca juga: Para Vegan Dua Kali Lipat lebih Sering Depresi dari Pemakan Daging

Menurut Klasifikasi Profil Gizi Inggris yang digunakan sebagai salah satu analisis dalam penelitian, 40% produk daging diklasifikasikan 'kurang sehat' dibandingkan dengan alternatif nabati sebanyak 14%

"Sekali lagi, kesimpulan ini hanya menguatkan apa yang telah ditemukan oleh banyak penelitian lain tentang dampak produk hewani terhadap kesehatan kita. Konsumsi daging merah dan susu dikaitkan dengan perkembangan banyak penyakit serius seperti berbagai jenis kanker dan  diabetes tipe 2. Sementara itu penelitian lain juga menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan berbasis nabati dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan kita," ungkap Among.  

Selain pemilihan variasi makanan memiliki dampak pada lingkungan dan kesehatan manusia, peneliti juga menganalisis sikap konsumen mengenai alternatif nabati. Penelitian ini menunjukkan hampir 90% konsumen alternatif nabati, seperti  burger nabati, sosis nabati, dan daging giling nabati, juga masih mengonsumsi daging hewani.

"Di Indonesia, program Tantangan 21 Hari Vegan mendorong dan membantu mereka yang ingin mengadopsi pola makan nabati dengan bantuan ahli gizi profesional secara gratis," pungkasnya. (N-1)

 

Baca Juga

Antara

Kemendikbudristek: Pengusulan Kebaya ke UNESCO Dilakukan Komunitas

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 27 November 2022, 21:46 WIB
Menurut Kemendikbud-Ristek, warisan budaya tak benda bukan soal klaim antara negara atau hak eksklusif. Justru, Indonesia bisa menggalang...
Dok FKDB

Ayep Zaki Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur ke Posko NasDem Peduli

👤Media Indonesia 🕔Minggu 27 November 2022, 21:30 WIB
POSKO NasDem Peduli di Kantor DPD NasDem Kabupaten Cianjur terus menerima dan menyalurkan  bantuan kepada masyarakat terdampak...
Antara

Upate 27 November 2022: Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Tercatat 4.151 Orang

👤MGN 🕔Minggu 27 November 2022, 21:04 WIB
Sedangkan untuk kasus aktif berkurang 1.539 orang sehingga menjadi 60.581...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya