Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI lingkungan saat ini sangat memprihatinkan. Mulai dari naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global, hingga penumpukan sampah baik di darat maupun di lautan. Berbicara mengenai permasalahan sampah, Indonesia sempat menjadi salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia pada 2020.
World Cleanup Day merupakan aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak dalam satu hari dan sampai saat ini terhitung bersama kurang lebih 191 negara di dunia. Aksi ini dilaksanakan serentak setiap tahun di hari Sabtu-minggu ke-3 September dan tahun ini jatuh pada tanggal 17 September 2022. Pada 2022 merupakan tahun ke-5 memperingati World Cleanup Day.
Dalam rangka merayakan hari bersih-bersih sedunia, Masyarakat Indonesia dari Aceh hingga Papua melakukan kegiatan bersih-bersih serentak hingga jutaan orang berpartisipasi. Di DKI JJakarta, Tim Nasional World Cleanup Day bersama dengan Uni Eropa mengadakan kegiatan jogging sembari memungut sampah (plogging) yang berlokasi di Bundaran HI, Jakarta akhir pekan lalu.
Dengan tema “Plogging in the City”, masyarakat secara bersama-sama membersihkan area Bundaran HI hingga Menara Astra sembari berolahraga. Selain plogging, masyarakat bersama dengan para komunitas yang ikut serta juga melakukan campaign parade atau pawai kampanye dengan rute yang sama.
Aksi Plogging in the City diramaikan oleh beberapa komunitas, di antaranya Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Jakarta Osoji Club, dan Penjaga Laut. Bersama masyarakat umum, perwakilan komunitas tersebut turut serta mengikuti aksi plogging maupun pawai kampanye yang menyuarakan mengenai menjaga bumi dengan mengurangi sampah di dunia.
Aksi pawai kampanye cukup mencuri perhatian publik terkait betapa pentingnya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini sejalan dengan salah satu misi World Cleanup Day, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat atas isu persampahan.
Tidak hanya poster dan sign yang menyuarakan untuk menjaga bumi, tetapi juga “Naga Plastik”, yaitu patung naga yang terbuat dari kumpulan sampah plastik sekali pakai ikut turut serta berkeliling memeriahkan suasana pawai. Aksi ini turut dimeriahkan oleh para model yang mengenakan kostum karnaval yang terbuat dari sampah plastik sekali pakai. Kostum karnaval ini dibuat dengan sangat kreatif oleh Sahabat Sampah Bekasi.
Baca juga : Desainer Laely Indah Kenalkan Fesyen Wastra Identitas Indonesia
Kurang lebih sebanyak 600 orang telah mengikuti aksi Plogging in the City. Sampah-sampah yang dikumpulkan selanjutnya ditimbang untuk diolah. World Cleanup Day Indonesia bekerja sama dengan Plustik untuk proses penimbangan dan pengolahan sampah yang telah terkumpul.
Berdasarkan data yang diperoleh Plustik, terhitung sebanyak 165,92 kg sampah terkumpul dari para peserta plogging yang dimulai dari pukul 6.00 hingga 10.00 WIB. Nantinya, sampah tersebut akan diolah menjadi sesuatu tanpa dipilah.
Lebih lanjut, pada titik akhir plogging dan pawai kampanye yang berlokasi di depan Menara Astra, para peserta menyimak pesan yang disampaikan oleh Leader World Cleanup Day Indonesia, Andy Bahari.
“Untuk menuntaskan persoalan sampah di Indonesia, seluruh pihak perlu terlibat dan berjalan bersama di dalamnya. Pemerintah, perusahaan, media, akademisi, hingga masyarakat diharapkan dapat menciptakan keselarasan agar akselerasi penuntasan isu persampahan di Indonesia bisa tercapai,” ujar Andy.
Kegiatan itu bertepatan pula dengan Pekan Diplomasi Iklim (Climate Diplomacy Week) di Indonesia yang diselenggarakan oleh Uni Eropa. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, H.E. Vincent Piket, menyampaikan pesan melalui video bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global terbesar untuk saat ini. Berbagai dampak perubahan iklim telah dirasakan manusia setiap harinya dan terjadi di seluruh penjuru dunia.
“Kami percaya bahwa selain memberikan dampak baik bagi lingkungan, aksi untuk iklim juga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dalam mengatasi perubahan iklim ini juga diperlukan kolaborasi antar pihak. Oleh karena itu, kami terus menjangkau masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda untuk turut berpartisipasi dalam aksi iklim,” ujar Duta Besar Piket.
Selain itu, turut tampil pula Annisa Intan, Koordinator Knowledge dari World Cleanup Day Indonesia bersama Shendy dari Indorelawan yang menghibur para peserta aksi plogging dan pawai kampanye. (RO/OL-7)
Pemkot Bandung akan mengkaji dan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan seperti RDF, budidaya maggot, pengolahan organik, serta pengurangan sampah dari sumber.
HARI Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Buky sangat mengapresiasi dengan sistem pengolahan sampah di Pasar Induk Caringin yang bisa menghasilkan produk bermanfaat bagi masyarakat
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan MenLH Hanif Faisol Nurofiq sepakat perkuat kolaborasi kampus dan pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama jajaran KLH melanjutkan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
Sampah harus dikelola dikawasannya, karena organiknya besar, 80% sampai 90%,
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan pembangunan hingga 20.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2026.
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dipandang penting untuk mengatasi sampah laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved