Kamis 22 September 2022, 20:13 WIB

Situasi Pandemi Covid-19 Relatif Stabil Sejak Maret

Mediaindonesia | Humaniora
Situasi Pandemi Covid-19 Relatif Stabil Sejak Maret

DOK YOUTUBE
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito

 

KOORDINATOR Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia relatif stabil sejak Maret 2022.

"Di Indonesia kondisi COVID-19 sudah stabil sejak puncak terakhir di bulan Maret akibat varian omicron, sempat mengalami kenaikan di bulan Agustus namun angkanya tidak signifikan," ujarnya dalam konferensi pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Indonesia yang diikuti secara daring di Jakarta, hari ini.

Ia mengemukakan kasus aktif dan positivity rate juga terus mengalami penurunan dengan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) nasional yang stabil di angka lima persen.

Namun, lanjut dia, kasus kematian masih perlu untuk segera ditekan karena saat ini masih mencatatkan lebih dari 100 kematian dalam satu pekan.

"Angka tersebut terbilang cukup banyak karena kematian tidak hanya sekedar angka namun berarti nyawa," tuturnya.

Oleh karena itu, Wiku menekankan kesiapan Indonesia dalam mengakhiri pandemi dan memulai transisi ke endemi perlu didukung kuat dari kesadaran masyarakat, selain kesiapan pemerintah daerah.

Baca juga: Gara-gara Rokok, Pasien Penyakit Jantung di Indonesia Lebih Muda Dibanding Eropa

"Kesadaran masyarakat untuk melindungi dirinya dan orang lain dapat terefleksi dari cakupan vaksinasi COVID-19, khususnya dosis ketiga," katanya.

Sayangnya, ia mengatakan program vaksinasi booster pada awal tahun menuju akhir tahun ini cakupannya baru sebesar 26 persen.

Ia mengatakan pengaturan wajib booster yang dikeluarkan tanggal 26 Agustus 2022 juga belum mampu menaikkan cakupan vaksinasi booster secara signifikan, ditandai dari kenaikan cakupan yang kurang dari satu persen.

"Meskipun sudah diberlakukan penegakan aturan wajib booster untuk bepergian dan memasuki tempat umum, nyatanya kenaikan angka cakupan vaksinasi booster belum signifikan," ujarnya.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta Kamis mencatat jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin COVID-19 mencapai total 62.968.993 orang atau 26,83 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19, sebanyak 234.666.020 juta orang.

"Kesimpulannya kita perlu berhati-hati dalam memaknai akhir pandemi, kita perlu melihat perspektif yang lebih luas dan lebih dalam dari aspek kesiapan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintahnya untuk bersama-sama bertanggung jawab mencegah terjadinya kenaikan kasus di kemudian hari," tutur Wiku.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Antara

Presiden Janjikan Penambahan Bansos untuk Warga

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 28 September 2022, 14:13 WIB
Program tersebut bisa dilakukan, jika ada ruang fiskal yang cukup dalam APBN. Kepala Negara berpesan kepada penerima, agar...
Ist/DPR

Tim ‘Shadow’ Kemendikbud Ristek Dinilai Merendahkan SDM

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 13:36 WIB
Frasa atau term ‘shadow organization’ dalam penjelasan Nadiem di forum tersebut sangat berlebihan dan merendahkan SDM...
Thinkstock

Malas Gerak Alias Mager Sebabkan Penyakit Tidak Menular Meningkat

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 28 September 2022, 13:30 WIB
Mager atau malas gerak ternyata dapat menimbulkan penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, obesitas, diabetes, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya