Rabu 07 September 2022, 14:47 WIB

Banjir Terjang Sigi, Kemensos Gelontorkan Bantuan Senilai Rp878 Juta

Dinda Shabrina | Humaniora
Banjir Terjang Sigi, Kemensos Gelontorkan Bantuan Senilai Rp878 Juta

ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Kondisi sebuah rumah setelah terkena banjir di Desa Pakuli Utara, Gumbasa, Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (6/9/2022)

 

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan untuk penanganan bencana di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, sebesar Rp878 juta pasca diterjang banjir pada Selasa (6/9). Bantuan diserahkan langsung Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meninjau lokasi terdampak banjir.

"Bantuan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, yang saat ini tengah mengungsi di area masjid dan sekitarnya," kata Mensos Risma di Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Rabu (7/9).

Sejak bencana banjir dilaporkan terjadi, Kemensos telah mengirimkan bantuan logistik darurat untuk kebutuhan dasar warga terdampak yang didorong dari Gudang Sentra Nipotowe di Palu ke Dinas Sosial Kabupaten Sigi.

Bantuan tersebut meliputi Makanan Siap Saji 1.000 paket, Makanan Anak 504 paket, Lauk Pauk Siap Saji 300 paket , Selimut 200 lembar, Matras 200 lembar, Kasur 200 lembar, Sandang Dewasa 25 paket, Sandang Bayi 100 paket, Pampers 200 paket, dan Pembalut 100 paket.

Baca juga: BPBD Sigi: 662 Warga Mengungsi akibat Air Sungai Miu dan Gumbasa Meluap

Merespons bencana banjir dan dampaknya terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga, Mensos juga menyiapkan enam lumbung sosial di Kabupaten Sigi.

"Saat ini, jika hujan, masyarakat masih harus mengungsi dulu sementara. Untuk itu, kita siapkan 6 lokasi untuk lumbung sosial," ucap Mensos kepada awak media.

Keenam lumbung sosial tersebut, dikatakan Mensos, akan diisi kebutuhan buffer stock dan disebar ke beberapa titik sehingga memungkinkan warga untuk bertahan dengan logistik yang ada, meski akses jalan terputus.

"Pemetaannya sudah ada, semua berada di Kabupaten Sigi. Yang penting, kita perlu tau penyimpanan buffer stock nya," kata dia.

Pasc banjir menerjang Kabupaten Sigi, mantan Walikota Surabaya itu menganggap perlu adanya penanganan khusus terhadap pengelolaan air sungai dari hulu ke hilir.

"Jadi, yang berat itu, saat tinggal di lembah atau di lereng, perlu treatment khusus, terutama terhadap pengelolaan air, khususnya yang berasal dari atas," ucapnya.

Terkait penanganan tersebut, Mensos menyebut pihaknya juga telah berkoordinasi untuk pengerjaan tanggul dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang juga tengah berada di lokasi yang sama guna memetakan dampak kerusakan akibat banjir.

"Tadi, sudah komunikasi dengan PUPR, semoga bisa dikerjakan karena jika itu ditutup, dikasih tanggul, air ngga lari ke perumahan. Kalau itu ngga ditutup, mereka harus pindah, mengungsi. Kan itu ngga mudah," kata Mensos usai melihat kondisi terkini aliran sungai pasca jebolnya tanggul.

Menurutnya, hal ini harus segera dikerjakan lantaran curah hujan cenderung meningkat hingga awal tahun depan.

"Curah hujan akan terus tinggi hingga Januari 2023. November dan Desember (akan jadi cuaca dengan curah hujan) yang paling berat," ujarnya.

Seperti diketahui, banjir menerjang Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, pada Selasa (6/9) sekitar pukul 04.00 WITA akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga tanggul tidak mampu menampung debit air sungai dan merendam pemukiman warga.

Hempasan air dari hulu ke hilir tersebut, setidaknya, menyebabkan 182 KK/662 jiwa mengungsi lantaran 2 rumah warga di bantaran sungai hanyut, puluhan rumah lainnya terendam air setinggi lutut orang dewasa, serta sebuah jembatan ambrol. (Dis/OL-09)

Baca Juga

MI/Lina Herlina-HO

Sandiaga : Organisasi Pariwisata Dunia Nilai RI Berhasil Tangani Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 September 2022, 11:02 WIB
Organisasi pariwisata dunia (UNWTO) mengapresiasi upaya yang dijalankan pemerintah Indonesia yang dinilai berhasil menangani pandemi...
MI/Agus Utantoro

Sortegg-Quail, Alat Pemanen dan Penata Telur Puyuh, Buatan Mahasiswa UGM

👤Agus Utantoro 🕔Senin 26 September 2022, 10:45 WIB
Alat itu dibuat untuk mendorong pengembangan peternakan burung puyuh serta mengurangi risiko kerusakan produk peternakan yang kerap...
 ANTARA / Aditya Pradana Putra

DPR Minta Penjelasan Terkait Tim Bayangan Nadiem

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 26 September 2022, 10:25 WIB
Secara internal Inspektorat Kemendikbud-Ristek perlu melakukan audit sejauh mana sistem kerja dan peran tim bayangan tersebut, terutama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya