Kamis 01 September 2022, 16:30 WIB

Presiden Dorong IPB Bantu Hadapi Tantangan Krisis Pangan

Andhika prasetyo | Humaniora
Presiden Dorong IPB Bantu Hadapi Tantangan Krisis Pangan

ANTARA FOTO/Gusti Tanati
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo mendorong perguruan tinggi, terutama Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk turut serta membantu pemerintah dalam menangani masalah krisis pangan yang kini sudah melanda sejumlah negara di dunia.

Kontribusi bisa dilakukan dengan menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya kreativitas dan inovasi di lingkungan universitas.

"Ini menjadi momentum yang tepat bagi IPB untuk berdiri terdepan menyelesaikan masalah pangan dan pertanian di negara kita. IPB harus bisa menghasilkan lebih banyak inovasi, memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa, mewujudkan ketahanan kemandirian, dan kedaulatan pangan," ujar Jokowi dalam Pembukaan Dies Natalies ke-59 IPB secara daring, Kamis (1/9).

Kepala negara pun menugaskan IPB untuk mengembangkan riset agromaritim demi menghasilkan inovasi tepat guna sehingga sistem pangan yang tangguh bisa tercipta.

Dalam hal ini, lanjut Jokowi, IPB harus memperkuat inovasi-inovasinya untuk menghasilkan varietas unggul juga diversifikasi pangan berbahan baku lokal.

"Sumber-sumber pangan lokal harus dikembangkan. Kurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas pangan tertentu. Ciptakan kemandirian pangan di setiap daerah di berbagai wilayah Indonesia," tutur mantan wali kota Solo itu.

Baca juga: Presiden Tinjau Tambang Grasberg

Selain itu, Jokowi juga ingin IPB memperluas penyebaran inovasi ke berbagai pelosok Indonesia, memperluas kemitraan dengan berbagai stakeholder, mulai dari pemerintah pusat, daerah, industri, hingga para petani.

"IPB juga harus mengembangkan program-program studi kekinian dan kurikulum yang adaptif. Mengembangkan ilmu-ilmu baru yang relevan dengan kebutuhan saat ini dan masa depan, antara lain bioinformatik, biomedicine, data science, complexity and sustainable science, computational science and information technology, nanoscience and technology, neuronomics, dan lain-lainnya," jelas Jokowi.

Kemudian, ia juga meminta IPB menyiapkan early warning zoonosis untuk menghadapi ancaman penyakit infeksius yang bersumber dari hewan,

"Karena penyakit zoonosis diprediksi akan terus meningkat, kita harus pelajari ilmunya. Kembangkan pengetahuan untuk mengurangi ancaman yang membahayakan kesehatan manusia dan menekan risiko atas dampak yang diakibatkan," sambungnya.

Terakhir, Jokowi berpesan agar IPB memperkuat sinergi dengan industri dalam riset dan pemanfaatan hasil riset.

"Jadikan kampus sebagai jembatan dengan dunia industri. IPB telah menghasilkan banyak riset berkualitas, riset-riset yang dibutuhkan masyarakat, riset-riset yang disambungkan dengan industri menjadi solusi atas berbagai persoalan-persoalan masyarakat," tandasnya.(OL-4)

Baca Juga

Antara

Update 1 Oktober 2022: 1.639 Kasus Covid-19 Terdeteksi Hari Ini

👤MGN 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:42 WIB
Sementara itu, kasus aktif meningkat 103 sehingga menjadi 17.697...
MI/Palce Amalo

Menteri PUPR Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Tangguh dan Adaptif

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:10 WIB
MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  mengajak mahasiswa menjadi generasi tangguh dan...
DOK/SBM ITB

SBM ITB Gelar Metabinar Pertama di Indonesia

👤Naviandri 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 19:55 WIB
Aktivitas yang bisa dilakukan ialah  membeli dan menjual aset, berkuliah, menggelar konser, menggelar konferensi pers, menggelar event...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya