Kamis 01 September 2022, 08:44 WIB

Komisi VIII DPR Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Haji Tahun 1443 H

mediaindonesia.com | Humaniora
 

KOMISI VIII DPR RI menggelar rapat evaluasi penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443 H/2022 M. Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi menyampaikan, hasil evaluasi yang disampaikan Komisi VII DPR RI merupakan hal yang penting sebagai acuan perbaikan penyelenggaraan haji di tahun yang akan datang.

“Dalam melakukan fungsi pengawasan, kami (DPR) masih menemukan berbagai kekurangan. Mulai dari pembinaan jemaah, pelayanan yang diberikan hingga perlindungan,” kata Ashabul dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8).

Beberapa yang menjadi sorotan DPR, lanjut Ashabul, ialah layanan masyair saat puncak haji yang diterima jemaah tidak sesuai dengan biaya yang dibayarkan.

“Biaya yang dibayarkan tidak sesuai dengan fasilitas yang diterima. Selain itu, fasilitas pemondokan juga belum maksimal,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Baca juga: DPR Setujui Lima Dewas Badan Pengelola Keuangan Haji Periode 2022-2027

Kemudian, lanjut Ashabul, yang juga menjadi sorotan Komisi VIII DPR RI ialah penerbangan haji banyak yang tidak tempat waktu. Kemudian, pelayanan kesehatan tidak optimal karena keterbatasan kapasitas dan fasilitas dan lain lain.

Selain Itu, kualitas petugas pembimbing ibadah dan kuantitas bimbingan ibadah selama di Arab Saudi perlu ditingkatkan.

Sebelumnya, Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk operasional haji tahun depan.

 Yang pertama, banyak jemaah yang belum memahami manasik haji meski telah mengikuti manasik di KUA kecamatan dan kabupaten serta kota.

“Kemudian, pada masa kepulangan, ada tiga maskapai Garuda Indonesia mengalami penundaan 12-24 jam karena masalah teknis pesawat sehingga berhak mendapat kompensasi konsumsi dan akomodasi," kata Menag Yaqut.

Kemudian, Menag Yaqut menyoroti tenda masyair yang belum diberikan nomor, sehingga jemaah kesulitan mencari tenda masing-masing. Lalu keterlambatan syirkah dalam menangani masalah di tenda seperti kebocoran pipa air, yang menyebabkan jemaah kekurangan air bersih.

“Jemaah haji memperoleh air zam-zam sebanyak 5 liter dan dirasa kurang bagi jemaah. Hal ini tentu karena aturan maskapai dilarang dan ditakutkan akan membahayakan penerbangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Menag Yaqut juga mengungkapkan jemaah haji yang sakit di perjalanan untuk ibadah lempar jumrah. Petugas haji Indonesia pun tidak dapat melakukan evakuasi karena tidak diperkenankan membawa alat medis lengkap.

 “Kemudian 90% wafat karena sakit jantung dan beberapa di antaranya kelelahan karena dalam melaksanakan ibadah. Kelelahan melaksanakan program," tutupnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok The Body Shop

Plant-based Serum Dikembangkan Sebagai Alternatif Alami Perawatan dan Ketahanan Kulit

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 17:07 WIB
Produk kecantikan dengan bahan utama yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (plant-based) juga dapat memberikan manfaat yang baik bagi kulit...
Antara

Atasi Kelangkaan Stok, Pemerintah Impor Ratusan Ribu Vaksin Meningitis

👤Jose Nicol (MGN), Narendra Wisnu Karisma (SB) 🕔Rabu 28 September 2022, 17:05 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan telah mengimpor vaksin meningitis meningokokus sebanyak 225 ribu vial melalui Bio Farma untuk mengatasi masalah...
Ist

Gandeng Tiga SMKN Pertanian, FIF Group Tanam 1.437 Pohon 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 16:48 WIB
FIF Group bersama Komando Resor Militer (Korem) 051/Wijayakarta (WKT) Cibitung menggelar acara penanaman pohon di kompleks Food Estate...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya