Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin cacar monyet tidak akan diberikan secara merata kepada seluruh masyarakat.
Pencegahan itu hanya ditujukan bagi individu-individu yang memiliki imunitas rendah sehingga rentan terpapar virus.
"Ini kita berikan kepada orang-orang yang memiliki kans terpapar lebih besar terutama yang punya imunitas rendah," ujar Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/8).
Baca juga: 82,67% Remaja Sudah Divaksinasi Lengkap
Langkah tersebut dilakukan lantaran penyebaran virus cacar monyet tidak semudah atau secepat covid-19. Penularan pun hanya bisa terjadi jika terjadi kontak fisik antara kulit dan kulit.
"Karena menularnya susah, jauh lebih susah dibandingkan covid-19, tidak setimpal jika diberikan kepada semua orang," tuturnya.
Saat ini, Budi mengatakan vaksin cacar monyet sudah dalam perjalanan ke Tanah Air. Obat-obatan seperti antivirus pun sudah diterima pemerintah. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik dalam menyikapi keberadaan virus tersebut.(OL-4)
Kementerian Kesehatan resmi menetapkan PT Etana Biotechnologies Indonesia sebagai salah satu Laboratorium Pusat Unggulan Pengembangan Vaksin dan Produk Bioteknologi.
Saat ibunya diimunisasi maka zat antibodi-nya akan bisa masuk melalui plasenta dan saluran tali pusar ke si bayi
Hepatitis B merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan dapat bersifat akut maupun kronis.
Selain vaksin primer, yang wajib diberikan, orangtua juga bisa mempertimbangkan memberikan vaksinasi tambahan, misalnya vaksin influenza.
Di dua lokasi uji coba yaitu Kabupaten Bogor dan Kabupaten Banjar, cakupan vaksin PCV1 untuk pencegahan pneumonia meningkat.
Hal itu terjadi karena pemerintah Indonesia melaporkan adanya kasus Vaksin Derived Polio Virus (VDPV).
KETUA Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Iing Ichsan Hanafi menekankan bahwa upaya untuk menekan angka kematian bayi baru lahir tidak bisa hanya bertumpu pada rumah sakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melontarkan kecaman keras atas insiden kekerasan yang menimpa dr. Syahpri Putra Wangsa, Sp.PD, di RSUD Sekayu
Menkes minta RS Maranatha terus melakukan inovasi. Rumah sakit ini harus berkembang, untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat,"
Setiap siswa akan menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan seperti mata, gigi, dan darah. Untuk siswa SD ada 13 item pemeriksaan, SMP 15, dan SMA 15 yang dicek.
MENTERI Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa saat ini terdapat gap dokter spesialis sebesar 70 ribu orang selama 10 tahun ke depan.
Padahal, peran dan posisi molegium dalam sistem pendidikan kedokteran sangat krusial dan menyangkut langsung mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved