Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menyebutkan, dalam satu dekade terakhir telah terjadi perbaikan pada status gizi balita di Indonesia. Namun tantangan baru yang muncul saat ini adalah persoalan obesitas.
"Ada tren menurun pada perbaikan status gizi balita dalam satu dekade terakhir, kecuali tren obesitas. Ini yang sekarang juga menjadi perhatian," ujarnya dalam webinar bertajuk Menuju Kemerdekaan dari Kelaparan dan Malnutrisi, Kamis (18/8).
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan, 1 dari 4 penduduk dewasa usia di atas 18 tahun mengalami obesitas. Prevalensi gizi lebih atau obesitas pada kelompok tersebut bahkan berada di level 21,8%, naik dari kondisi 2013 yang ada di level 14,8%.
Pungkas menyatakan, dari data itu juga menunjukkan bahwa 29,3% perempuan dewasa usia di atas 18 tahun mengalami obesitas. Angka tersebut lebih tinggi dari laki-laki yang hanya 14,5%.
"Kalau mengutip Aizawa dan Helbie, setiap 1% peningkatan kesejahteraan rumah tangga berkaitan dengan kenaikan kemungkinan mengalami kelebihan berat badan dan obesitas sebesar 0,6 poin persentase," kata dia.
Kelebihan gizi atau obesitas disebut menjadi tantangan yang akan dihadapi. Namun Pungkas meyakini upaya dan pemetaan kebijakan yang tepat akan mampu menurunkan tingkat obesitas.
Hal itu menurutnya serupa dengan upaya penanganan stunting yang berhasil ditekan dalam beberapa tahun terakhir. Data Bappenas menunjukkan, prevalensi stunting pada 2021 berada di level 24,4%, turun dari 2020 yang ada di angka 27,67%.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pemerintah diketahui menargetkan penurunan prevalensi stunting ke level 14%, wasting ke level 7%, dan obesitas untuk dewasa usia di atas 18 tahun menjadi 21,8%.
Persoalan stunting hingga obesitas sukar untuk dipisahkan dari kondisi dan kualitas pangan dalam negeri. Kondisi tersebut setidaknya tergambarkan dari data Badan Pangan Nasional (BPN) yang menunjukkan prevalensi kurang gizi (PoU) Indonesia di 2021 berada di level 8,49%.
Angka itu terbilang masih cukup jauh dari target yang ada di dalam RPJMN di angka 5% dan target Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2 menjadi 0% di 2030. PoU merupakan persentase populasi yang mengonsumsi energi kurang untuk hidup sehat dan tetap aktif sesuai dengan standar minimum.
Tingkat PoU itu diketahui mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Di 2019 PoU Indonesia ada di level 7,63%, naik di 2020 menjadi 8,34%, dan naik lagi di 2021 menjadi 8,49%. Kondisi itu berbanding terbalik denhan target RPJMN yang menargetkan PoU 2019 ada di level 6,7%, 2020 di level 6,2%, dan 2021 di level 5,8%.
"Provinsi dengan PoU tinggi adalah Maluku dan Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat," ujar Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan BPN Rachmi Widiriani.
Dia menambahkan, pada 2021, jumlah daerah rentan rawan pangan mencapai 74 kabupaten/kota atau sekitar 14%. Faktor utama penyebabnya ialah produksi pangan wilayah lebih kecil dibanding kebutuhan, persentase penduduk miskin lebih tinggi, prevalensi balita stunting tinggi, dan akses air bersih masih terbatas.
"Adapun target penurunan daerah rentan pangan Indonesia itu adalah dari 16% di 2022 menjadi 12% di tahun 2024 nanti," terang Rachmi. (OL-12)
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Polisi mendalami dugaan penelantaran anak dalam kasus balita jatuh dari balkon rumah kontrakan di Jatinegara. Anak diduga hanya diasuh kakaknya.
Seorang balita berusia tiga tahun terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di Jatinegara, Jakarta Timur, dan mengalami luka di bagian dagu.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Dehidrasi pada balita bisa cepat membahayakan. Ketahui gejala dan cara menanganinya. Segera periksa dokter jika gejala memburuk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved