Rabu 10 Agustus 2022, 22:20 WIB

PP Perti Sambut Baik Baasyir Tegaskan Keselarasan Agama dan Pancasila

mediaindonesia.com | Humaniora
PP Perti Sambut Baik Baasyir Tegaskan Keselarasan Agama dan Pancasila

ANTARA/Mohammad Ayudha
Mantan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir saat tiba di Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (21/1/2021).

 

WAKIL Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) KH Anwar Sanusi menyambut baik tindakan Abu Bakar Baasyir yang mempertegas keselarasan di antara agama dan Pancasila.

Penegasan dari tokoh, ideolog, dan inspirasi gerakan radikalisme di Indonesia pada beberapa waktu yang lalu itu diharapkan mampu menghentikan perdebatan narasi konfrontasi antara Pancasila dan agama.

"Kita sebagai ormas, khususnya dari Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) bersyukur kalau Ba'syir itu telah kembali dan mengakui Pancasila sebagai kesepakatan dari the founding fathers kita. Mudah-mudahan, ini akan ditiru oleh orang-orang yang belum menyadari pentingnya Pancasila itu," ujar Kiai Anwar seperti dikutip Antara di Jakarta, Rabu (10/8).

Ke depannya, PP Perti pun berharap tidak akan ditemui lagi tokoh-tokoh dengan pemikiran radikal yang mencoba memengaruhi umatnya melalui provokasi terkait dengan pertentangan antara Pancasila dan agama.

Sebaliknya, lanjut dia, diharapkan ada tokoh-tokoh yang mampu menegaskan bahwa Pancasila dengan segenap nilai-nilai yang ada di dalamnya itu memiliki korelasi etis dengan prinsip Islam yang merupakan rahmat.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan agama. Bahkan, menurut Anwar, konsep ketuhanan di dalam Pancasila adalah basis ketauhidan dalam ajaran Islam.

"Pancasila ini tidak bisa dipertentangkan dengan agama, bahkan malah lurus sejalan. Pertama adalah ketuhanan. Semua agama di Indonesia mengakui adanya Tuhan," ujar Anwar.

Lalu, ia juga menilai sila ketiga Pancasila, yakni persatuan Indonesia memiliki makna persatuan, baik persatuan di dalam agama, persatuan di dalam suatu negara, maupun persatuan dunia yang disebut dengan ukhuwah insaniyah.

Kemudian sila yang keempat, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab bermakna bahwa segala sesuatu harus diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Terakhir, Anwar mengatakan keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia atau sila kelima Pancasila berarti agama dan suku bangsa apa pun menginginkan suatu keadilan.


Baca juga: Di Palu, Wakil Kepala BPIP Ajak ASN Berintegritas dan Berhati Pancasila


"Jadi, insya Allah dengan Pancasila itu kalau dilaksanakan secara benar dan konsekuen, tujuan negara Indonesia akan dapat tercapai," ujar Kiai Anwar.

Dengan demikian, menurut dia, sudah semestinya tokoh agama mampu memberikan pengertian dan pemahaman kepada umatnya untuk bisa mengakhiri segala gerakan ideologis yang mempertentangkan antara agama dan Pancasila.

Lalu, ia pun memandang pemerintah sebagai pihak yang memiliki kendali dan kekuatan penuh untuk mengerahkan sumber daya di Indonesia harus bersinergi dengan seluruh unsur masyarakat untuk mempercepat penanganan serta pencegahan paham radikal, terorisme, serta meminimalisasi aksi terorisme di kemudian hari perlu bersatu padu

"Pemerintah ini harus bersatu padu dengan segala unsur masyarakat karena kekuatan pemerintahan itu pada hakikatnya juga didukung oleh rakyat," kata dia.

Anwar menilai upaya pemerintah menegakkan regulasi terkait ormas kelompok yang menyebarkan paham yang bertentangan ideologi Pancasila sudah sangat tegas. Itu dibuktikan dengan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI).

Sebelumnya, sebuah video yang merekam Abu Bakar Baasyir mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia diunggah di media sosial. Dalam video tersebut, pendidiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, mengatakan Pancasila sebagai dasar negara karena berdasarkan Tauhid.

"Indonesia berdasarkan Pancasila itu mengapa disetujui ulama? Karena dasarnya Tauhid. Ketuhanan Yang Maha Esa," ucap Baasyir dalam video tersebut.

Di video tersebut, Baasyir juga mengakui jika ia sempat menganggap Pancasila itu syirik. Namun setelah mempelajarinya, ia mengaku jika Pancasila ada dasar negara Indonesia.

"Dulunya saya, Pancasila itu syirik. Saya begitu dulu. Tapi setelah saya pelajari selanjutnya, ndak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik. Itu ndak mungkin. Karena ulama itu mesti niatnya ikhlas," ungkapnya.

Dalam video itu ulama berpengaruh dan tokoh di balik organisasi teror Jemaah Islamiyah yang pernah berniat mendirikan negara Islam, mengenakan peci hitam dan menjelaskan dengan sederhana mengapa para ulama mendukung Pancasila. Baasyir jelas mengisyaratkan ia mendukung hal yang sama, sesuatu yang dulu ditentangnya. (Ant/OL-16)

Baca Juga

dok.ist

Jokowi: Kita Butuh SDM Berkualitas dan Berintegritas

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 25 September 2022, 13:21 WIB
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa Indonesia membutuhkan SDM yang berkualitas dan berintegritas demi memenuhi tantangan pasar...
ANTARA/Makna Zaezar

KLHK Ajak Semua Pihak Cegah Kecelakaan Akibat Asap Karhutla di Jalan Tol

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 25 September 2022, 13:15 WIB
Basar menambahkan perlunya patroli yang intensif dari para pihak pengelola jalan tol untuk mereduksi risiko kecelakaan akibat asap...
Dok. Kemdikbud.go.id

Perhatian Pemerintah untuk Tunjangan Guru dalam RUU Sisdiknas Dinilai Tepat

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 25 September 2022, 12:43 WIB
"Malah kiranya aturan tunjangan kesejahteraan guru adalah paling cocok dengan situasi sekarang ini yang akan dilakukan dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya