Sabtu 06 Agustus 2022, 10:30 WIB

Menelan Benda Asing Mencakup 80 Persen Kasus Kegawatdaruratan Anak

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Menelan Benda Asing Mencakup 80 Persen Kasus Kegawatdaruratan Anak

Pexels
Ilustrasi

 

MENELAN benda asing tanpa disengaja menjadi kasus paling banyak yang berkontribusi sebesar 80% dalam masalah kegawatdaruratan pada anak-anak.

Benda asing atau dalam istilah medisnya Corpus Alienum yang paling sering tertelan oleh anak-anak adalah koin, mainan, magnet, dan baterai. Sedangkan pada orang dewasa, benda asing yang tertelan biasanya terjadi pada saat makan, seperti tulang dan gumpalan daging.

Menurut studi, 80%-90% benda asing yang tertelan akan keluar dengan sendirinya melalui saluran cerna dan sedikit kasus yang butuh tindakan operasi.

Baca juga: Sajian Menu Bergizi dan Sehat di Keluarga, Orangtua Harus Libatkan Anak

Namun, beberapa benda asing menjadi berbahaya apabila menyumbat saluran yang lebih kecil, seperti saluran kerongkongan, apalagi pada anak-anak. Atau bila bendanya tajam bisa menyebabkan luka dan perdarahan.

Karenanya, penting untuk orang tua ketahui kapan harus segera mencari pertolongan medis.

Endoskopi, prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan alat berbentuk selang yang dilengkapi dengan kamera dan senter pada bagian ujungnya, untuk melihat organ bagian dalam bisa dilakukan untuk membantu menangani kasus anak yang tak sengaja menelan benda asing.

"Tindakan endoskopi sendiri sebetulnya cepat untuk dilakukan, namun pasien dalam hal ini anak-anak atau balita harus kita persiapkan supaya tidak menjadi traumatis dan sekaligus memudahkan dokter dalam melakukan prosedurnya," kata Dokter Spesialis Anak Konsultan Hati dan Saluran Cerna (Gastroenterohepatologi) Mayapada Hospital Jakarta Selatan Nuraini Irma Susanti, Sp.A(K), .

Konsultan Radiologi Anak Amalia Evianti mengatakan pasien anak memerlukan perlakuan khusus supaya mereka bisa tenang dan rileks sebelum pemeriksaan supaya bisa didapatkan gambar yang bagus. Jadi penegakan diagnosisnya bisa optimal.

"Tindakan pembedahan baru dipertimbangkan jika benda asing yang tertelan berpotensi menyebabkan sumbatan di saluran cerna," kata Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Anak Mayapada Hospital Kuningan Sastiono.

Jika dipertimbangkan masih bisa keluar melalui BAB, bisa dilakukan pemantauan melalui foto rontgen untuk mengetahui letak benda asing tersebut sudah sampai dimana.

Berikut hal-hal yang harus dilakukan saat anak menelan benda asing:

1. Cari tahu kemungkinan benda asing apa yang tertelan oleh anak

Beberapa benda asing seperti koin, magnet, baterai, atau benda yang tajam berpotensi untuk menyebabkan kondisi gawat darurat akibat sumbatan atau perlukaan pada organ dalam tubuh. 

Namun, benda seperti manik-manik tumpul biasanya bisa keluar dengan sendirinya. Cukup awasi anak dalam 24 jam apabila tidak ada gejala lainnya.

2. Cek kondisi anak apakah mengalami gejala akut

Secara umum, orangtua akan mulai cemas ketika anak menelan benda asing dan anak tiba-tiba menunjukkan gejala. Seperti batuk-batuk, muntah atau keluar liur yang banyak, atau anak mengeluh sakit perut dan tidak mau makan.

Jika anak terlihat sulit bernapas, orangtua bisa melakukan pertolongan segera dengan cara tepukan pada punggung atau melakukan Heimlich Maneuver.

Segera cari pertolongan medis apabila anak sudah menunjukkan gejala akut.

3. Berikan informasi kepada dokter

Sampaikan kepada dokter bagaimana kondisi anak dan gejala yang Anda amati. Lebih baik lagi apabila Anda bisa memberi tahu kemungkinan benda apa yang tertelan.

Seperti yang dijelaskan oleh Eva Jeumpa Soelaeman, pada kasus anak menelan benda asing, dokter akan melakukan pemeriksaan baik fisik maupun pemeriksaan penunjang apabila diperlukan.

Nanti dokter akan memutuskan apakah anak cukup diawasi saja sampai benda asing keluar dengan sendirinya, ataukah sampai harus dilakukan tindakan invasif seperti operasi atau pengambilan dengan alat, salah satunya dengan endoskopi saluran cerna.

Studi menunjukkan, tindakan pengambilan benda asing dengan endoskopi memberikan hasil yang baik dengan tingkat kesuksesan di atas 95% dan komplikasi yang minimal. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Kerja Sama Menurunkan Prevalensi Stunting 3% di Tahun 2022

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 14:45 WIB
Dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan juga penguatan tim implementasi Posyandu diharapkan target tersebut dapat...
MI/ Grafis: SENO

Tanam Rambut kian Diminati

👤Dinda Shabrina 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 14:30 WIB
Transplantasi rambut bersifat autologous, berasal dari badan sendiri. Biayanya Rp50 ribu-Rp100 ribu per helai...
Dok MI

350 Penyair Bakal Terlibat di Festival Sastra Internasional Gunung Bintan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 14:16 WIB
Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) mendukung Festival Sastra Internasional Gunung Bintan yang diselenggarakan pada 24-26...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya