Kamis 28 Juli 2022, 14:47 WIB

Bangun Kesehatan Mental Anak yang Tangguh untuk Wujudkan Generasi Emas di Masa Datang

Mediaindonesia.com | Humaniora
Bangun Kesehatan Mental Anak yang Tangguh untuk Wujudkan Generasi Emas di Masa Datang

MI/Haryanto Mega.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat.

 

PARA pemangku kepentingan di pusat dan daerah harus mengupayakan langkah-langkah terukur dan segera untuk mengatasi terjadinya kasus gangguan kesehatan mental anak yang menunjukkan tren kenaikan. Mental anak yang sehat dan tangguh sangat dibutuhkan untuk mewujudkan generasi emas di masa datang. 

"Mempersiapkan masa depan bangsa ini dengan sumber daya manusia yang memiliki mental yang sehat dan tangguh merupakan langkah strategis dan harus diupayakan sejak dini," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/7). 

Baca juga: Vaksinasi Booster Kedua untuk Nakes Dimulai Besok

Data Riset Kesehatan Dasar (Rikesda) pada 2018, mental anak-anak Indonesia mengalami gangguan kesehatan jiwa ringan (eror) sebesar 9,8%. Berdasarkan pendataan Rikesda yang dilakukan lima tahun sekali, anak Indonesia mengalami eror ini tercatat meningkat dibandingkan pada 2013. Ketika itu anak yang mengalami eror tercatat sebesar 6,1%.

Salah satu penyebab kondisi gangguan jiwa ringan menurut riset itu terjadi karena mereka stres dan sering hidup di alamnya sendiri. Kehadiran telepon ternyata membentuk anak-anak sulit untuk diatur.

Tanpa penanganan yang serius terhadap fenomena itu, Lestari khawatir pada riset tahun depan jumlah anak yang mengalami gangguan mental akan meningkat. 

Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat upaya pendampingan bagi keluarga agar para orang tua mampu membentuk mental putra-putrinya sehat dan tangguh harus konsisten dilakukan. 

Sejumlah program yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan atau kesejahteraan keluarga, ujar Rerie, harus juga ditambahkan sosialisasi atau pemahaman kepada orang tua agar mampu membangun kesehatan mental anak-anaknya dengan baik. 

Upaya pendampingan tersebut, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sangat diperlukan untuk mencegah gangguan jiwa yang lebih berat lagi terhadap anak. Pada Rikesda 2018 tercatat tujuh dari 1000 anak mengalami gangguan jiwa berat dan yang memprihatinkan lagi 5,1% anak kecanduan narkoba. 

Melihat seriusnya ancaman terhadap generasi penerus bangsa itu, Rerie sangat berharap, para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat bahu membahu mewujudkan kesehatan mental anak-anak Indonesia yang tangguh lewat berbagai upaya peningkatan kesejahteraan keluarga dan pemahaman pola asuh anak yang baik sesuai norma budaya dan nilai-nilai luhur bangsa kita. (RO/OL-6)

Baca Juga

Antara

BMKG Prediksi Hujan Deras di Sejumlah Wilayah Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 08:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia termasuk beberapa...
dok.humas UGM

Mahasiswa UGM Raih Juara 1 IEM Chem-E-Car Presentation Competition 2022

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:57 WIB
TIM Reactics Chem-E Car, Reactic Janaka UGM juara pertama pada perlombaan IEM Chem-E-Car Presentation Competition 2022, di...
ANTARA/Agha Yuninda

PPKM di Jawa-Bali Diperpanjang, Semua Daerah Level 1

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:43 WIB
Safrizal mengatakan penetapan level 1 di semua daerah berdasarkan pertimbangan para pakar. Kemudian mempertimbangkan kondisi faktual di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya