Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Masifnya perkembangan teknologi informasi dinikmati semua kelompok usia, termasuk anak-anak. Sekarang ini banyak anak sudah piawai menggunakan gadget. Di sisi lain, pemakaian berlebihan bisa berdampak negatif, seperti kecanduan hingga penurunan kemampuan interaksi sosial.
Pola asuh tidak tepat menjadi awal anak kecanduan gadget. Dengan alasan kesibukan, orangtua mengenalkan gadget kepada buah hatinya sejak dini. Sehingga anak terbiasa memakai gadget hingga lupa waktu dan aktivitas lainnya.
“Sebisa mungkin anak dibatasi penggunaan gadget. Kita ajak aktivitas lain. Entah ajak liburan atau komunikasi. Setiap hari kita sediakan waktu untuk berkomunikasi dengan anak,” ujar Guru SMK YAPALIS Krian, Wakil Ketua Relawan TIK Sidoarjo, Moch. Sofi Asrifin di Kediri, Jawa Timur, Jumat (15/7).
Tanda kencanduan gadget, anak dapat lupa waktu dan menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Anak merasa tidak mau diganggu, sehingga tidak mau melakukan aktivitas lain yang seharusnya dilakukan. Di dalam pikirannya hanya bermain gadget tanpa memikirkan yang lain.
Orangtua harus mencoba masuk ke dunia anak untuk mencegah kecanduan gadget. Cari tahu minat dan bakatnya, kemudian mendukung secara penuh. Rangkaian kegiatan positif diyakini menjauhkannya dari gadget. “Sebisa mungkin kasih kegiatan positif yang bisa menjauhkannya dari gadget,” kata Asrifin. (OL-12)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved