Kamis 14 Juli 2022, 11:00 WIB

Sayang Binatang? Biarkan Satwa Liar di Alam Bebas

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Sayang Binatang? Biarkan Satwa Liar di Alam Bebas

ANTARA/Septianda Perdana
Petugas memperlihatkan seekor burung Kasuari Klambir Ganda (Casuarius casuarius) yang berada di dalam kandang di Mapolda Sumut, Medan.

 

MENYAYANGI satwa liar bisa dilakukan dengan tidak merampas hak mereka untuk hidup nyaman di habitat asli mereka, membiarkan mereka hidup di alam bebas, dan tidak mengurung mereka sebagai peliharaan. Hal itu dikatakan aktivis pembela kesejahteraan hewan Doni Herdaru.

"Setiap hewan punya fungsi masing-masing untuk menjaga keseimbangan alam," kata Doni, yang juga pendiri yayasan Animal Defenders Indonesia dalam bincang-bincang di Jakarta, Rabu (13/7).

Dengan merenggut mereka, apalagi satwa yang dilindungi, dari habitat dan memelihara mereka di rumah, maka dampak negatif tidak cuma dirasakan oleh satwa liar yang bersangkutan, tetapi juga alam semesta yang pada akhirnya bakal berpengaruh terhadap kehidupan manusia.

Baca juga: Serangan Babi Hutan Resahkan Warga Sindangkerta

Sebagai contoh, kata dia, siamang di habitatnya di hutan punya peran meregenerasikan hutan dengan memencarkan biji-bijian. 

Ia mengajak masyarakat dari segala kalangan untuk berhenti memelihara satwa liar yang lebih cocok berada di alam bebas.

"Jangan sampai merasa hebat dan keren kalau memelihara hewan yang tidak dipunyai orang lain," ujar dia.

Memelihara satwa liar di tempat yang bukan habitat aslinya memiliki risiko berbahaya bila ada yang memicu insting ganas dan pada akhirnya membahayakan orang di sekitar. 

Jika hal terburuk terjadi, pada akhirnya yang akan jadi korban adalah satwa tersebut.

"Kalau ada kejadian enggak enak, ada insiden hewan menyerang pemilik, yang ditembak pasti binatangnya," kata dia.

Aktris dan aktivis pembela hak hidup dan kesejahteraan hewan Davina Veronica menambahkan satwa liar memang seharusnya berada di alam bebas karena memiliki peran penting dalam keseimbangan bumi. Membiarkan satwa-satwa liar pada fitrahnya adalah pilihan terbaik untuk semua pihak.

"Pada akhirnya, manusia yang akan menikmati manfaat keseimbangan bumi," tegas pendiri yayasan Natha Satwa Nusantara itu. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

Dukung Industri Fesyen Tanah Air, Oppo Bazaar Fashion Festival Digelar

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 11:03 WIB
Peragaan busana ini pun menggandeng beberapa tokoh ternama seperti Adrian Gan & Sonderlab, Tangan & Anton Ismael, serta Lulu...
ANTARA /Nyoman Hendra Wibowo

BMKG Dukung Petani dan Nelayan Antisipasi Cuaca Ekstrem

👤 Atalya Puspa 🕔Senin 08 Agustus 2022, 10:45 WIB
Salah satu upaya yang dilakukan BMKG adalah dengan membuat sekolah lapang sebagai platform yang didesain untuk memfasilitasi literasi...
ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Presien Minta BMKG Identifikasi Ancaman dan Dampak Perubahan Iklim secara Menyeluruh

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 08 Agustus 2022, 10:45 WIB
Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengidentifikasi risiko perubahan iklim dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya