Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkapkan kekhawatirannya akan tingginya angka perceraian. Berdasarkan data Kemenag, angka perceraian naik cukup signifikan sejak tahun 2015 dan hal itu dinilai bisa berdampak pada kehidupan keluarga.
"Yang menggelisahkan perceraian yang sejak tahun 2015, satu tahun yang cerai 350 ribu. Kemudian 2018 naik, 2019 naik dan 2021 perceraian di Indonesia 580 ribu," ungkapnya dalam acara peluncuran Instruktur Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, Selasa (12/7).
Menurut Hasto, pemerintah tengah mengupayakan untuk mewujudkan keluarga berkualitas lewat Kampung Keluarga Berkualitas. Ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yakni keluarga berencana.
Baca juga: Puan : RUU KIA, Negara Wajib Beri Bantuan Gizi Bagi Ibu dan Anak Tak Mampu
Dengan angka perceraian yang tinggi, tentu menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
"Ini mudah-mudahan memantik kita dalam membangun keluarga berkualitas, sehingga bentuk keluarga yang sakinah mawadah warohmah, keluarga yang maslahah tentram, mandiri dan bahagia," tuturnya.
Lewat program tersebut, pemerintah memastikan tidak ada satupun keluarga tidak terlayani bila mengalami suatu permasalahan, baik sosial, kemiskinan, kesehatan dan pendidikan. Disamping itu juga menekan angka kematian ibu, kematian bayi dan stunting. Kemudian juga angka partisipasi sekolah dan juga angka-angka kekerasan dalam keluarga terhadap perempuan dan anak diharapkan bisa menurun drastis di Kampung Keluarga Berkualitas.(OL-4)
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved